Pengadilan Militer Bandung Sidangkan Kasus Dugaan Pembunuhan oleh Oknum Anggota TNI AL di Purwakarta

Ilustrasi pembunuhan

Ilustrasi pembunuhan


POJOKJABAR.id, BANDUNG – Pengadilan Militer II – 09 Bandung menggelar sidang perdana dengan agenda dakwaan, dalam kasus dugaan pembunuhan oleh oknum anggota TNI AL, di kabupaten Purwakarta bulan Juni 2021 lalu.

Sidang yang berlangsung selama 15 menit, hanya menghadirkan enam orang terdakwa oknum anggota TNI AL.

Hakim Pengadilan Militer II-09 Bandung, memerintahkan kepada enam terdakwa untuk didampingi penasihat hukum dari TNI AL.

Humas Pengadilan Militer II-09 Letkol SUS Erwin usai persidangan terhadap enam terdakwa oknum TNI AL tersebut menjelaskan, bahwa hukum acara sidang ini hari ini perkaranya Kelasi dua MDS beserta lima orang rekannya namun karema ancaman hukuman diatas 15 tahun, pasal 480 ,338 dan 351 dengan dakwaan subsider wajib didampingi penasehat hukum.

“Perkembangan kedepan akan digelar persidangan secara terbuka, nanti fakta persidangannya seperti silahkan diikuti, kita transparan, khusus perkara tertentu seperti kesusilaan ya tertutup. Silahkan kawal persidangan ini,” jelas Letkol SUS Erwin, Rabu, 4 Agustus 2021.

Pihak pengadilan militer II-09 Bandung mempersilahkan keluarga korban hadir di persidangan.

“Silahkan sesuai protokol kesehatan, tidak masalah kami berharap jika memang keluarga hadir dari luar kota lebih bagus lagi para pihak melengkapi surat Swab antigen untuk kebaikan kita bersama,” paparnya.

Untuk pendampingan terdakwa, itu menjadi hak mereka.

“Sidang ditunda karena para terdakwa tidak mengetahui harus didampingi penasihat hukum, nantinya TNI AL akan mendampingi para terdakwa melalui penasihat hukum dalam persidangan militer ini,” jelasnya.

Pihak keluarga korban, yang diwakili adik korban Yunita, mengatakan bahwa keluarga berharap hakim menghukum seadil-adilnya para terdakwa.

“Kami berharap hakim mendengar tuntutan keluarga, pengennya diadili semua pasal yang setinggi tingginya
yakni pasal 340 itu, keluarga itu saja,” papar adik dari mendiang Fransisco Manalu ini.

Kuasa Hukum Keluarga Korban, Rangga, S.H mengatakan bahwa pihaknya menghormati sidang hari ini, karena tidak adanya pendampingan penasihat hukum kepada terdakwa.

“Saya berharap pekan depan tanggal 10 sidang berjalan sesuai rencana, dan bisa mendapatkan keadilan bagi keluarga korban,” jelasnya.

Tim kuasa hukum lainnya, Badru Yaman menjelaskan bahwa pihak keluarga berharap di persidangan ini, sesuai intruksi pimpinan TNI AL agar menghukum berat oknum TNI AL tersebut.

“Keluarga berharap agar ketegasan pimpinan TNI AL dibuktikan dalam persidangan ini, terhadap oknum anggota yang melakukan pelanggaran indisipliner,” jelas Badru.

Daftar untuk Tonton Launching Motor Honda New PCX Klik Disini
Loading...

loading...

Feeds