Ribuan Data Penerima KPM di Kota Cimahi Tidak Valid

Petugas memberikan Bantuan Sosial Tunai (BST) pada Keluarga Penerima Manfaat (KPM) di Kantor Pos Cimahi, beberapa waktu lalu.

Petugas memberikan Bantuan Sosial Tunai (BST) pada Keluarga Penerima Manfaat (KPM) di Kantor Pos Cimahi, beberapa waktu lalu.


POJOKJABAR.com, CIMAHI – Berdasarkan verifikasi yang dilakukan petugas data sebanyak 2.345 keluarga penerima manfaat (KPM) Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) di Kota Cimahi tidak bisa mendapatkan bantuan terhitung sejak Maret dan April 2021.

Sekretaris Dinsos Sosial, Pengendalian Keluarga dan Keluarga Berencana, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (P2KBP3A) Kota Cimahi, Fitriani Manan mengatakan, hal itu diakibatkan data yang tidak valid sehingga terpaksa dicancel dari data penerima bantuan.

“Jumlah penerima Program Sembako (BPNT) di bulan Maret dan April memang ada pengurangan. Dasarnya karena data tidak sesuai, invalid, dll,” ujar Fitriani Manan, Rabu (2/6).

Menurutnya, berdasarkan data Dinas Sosial, Pengendalian Keluarga dan Keluarga Berencana, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Kota Cimahi, data penerima Program Sembako ada 19.438 KPM selama bulan Februari 2021.

Namun jumlah penerima program yang dulunya bernama Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) itu berkurang pada Maret dan April menjadi 17.093 KPM. Itu dikarenakan ada sebanyak 2.345 KPM yang dibekukan atau tidak menerima bantuan pada periodisasi tersebut.

Dijelaskannya, adanya pengurangan jumlah penerima Program Sembako untuk Maret dan April itu dikarenakan datanya bermasalah. Verifikasi data lapangan telah dilakukan baik oleh Kementerian Sosial (Kemensos) RI maupun pihak DinsosP2KBP3A Kota Cimahi.

“Permasalahan yang muncul berdasarkan hasil verifikasi di antaranya, data penerima ganda, ada penerima yang sudah meninggal namun masih tercatat sehingga harus dihapuskan,” kata dia.

(rbd/bie/pojokjabar)

Daftar untuk Tonton Launching Motor Honda New PCX Klik Disini
Loading...

loading...

Feeds