Ratusan Data Penerima Bansos di Kota Cimahi Dibekukan

Petugas memberikan Bantuan Sosial Tunai (BST) pada Keluarga Penerima Manfaat (KPM) di Kantor Pos Cimahi, beberapa waktu lalu.

Petugas memberikan Bantuan Sosial Tunai (BST) pada Keluarga Penerima Manfaat (KPM) di Kantor Pos Cimahi, beberapa waktu lalu.


POJOKJABAR.com, CIMAHI – Dinas Sosial Pengendalian Penduduk Keluarga Berencana, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DinsosP2KBP3A) Kota Cimahi membekukan 909 data penerima bantuan Bantuan Sosial (Bansos) dari Kementerian Sosial (Kemensos) RI di Kota Cimahi karena data penerima belum jelas.

Kepala Bidang Sosial pada DinsosP2KBP3A Kota Cimahi, Supijan Malik menyebutkan, hal itu diketahui setelah pihaknya melakukan perbaikan data penerima Bansos terhadap 11.902 penerima bansos meliputi Bantuan Sosial Tunai (BST) Rp300 ribu, Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) Rp200 ribu, dan Program Keluarga Harapan (PKH).

“Pembekuan data ini karena kita belum dapat by name by adress yang bisa cair siapa saja. Masalah data yang harus diperbaiki antara lain NIK tidak valid, NIK dan nama berbeda dan data ganda,” jelas Supijan Malik di Pemkot Cimahi, kemarin.

Untuk mengetahui kejelasan 909 data penerima itu, pihaknya akan berkoordinasi dengan Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil) Kota Cimahi.

“Agar dipastikan status kependudukannya dan NIK validnya,” ucapnya.

Supijan melanjutkan, setelah data diperbaiki maka pihaknya melakukan verifikasi kelayakan dengan jumlah data sebanyak 67.453 data. Rinciannya, penerima BST ada 30.328, penerima BPNT ada 16.782 dan penerima PKH ada 20.341.

Puluhan ribu data tersebut sudah rampung diverifikasi kelayakannya pada 27 Maret sesuai intruksi dari Kemensos. Penerima saat ini hanya tinggal menunggu proses pencairan.

“Mudah-mudahan segera dicairkan mengingat bantuan sosial bulan maret masih tertunda,” ujarnya.

Kepala DinsosP2KB Kota Cimahi, Guntur Priyambada meminta masyarakat yang menerima Bansos Kemensos untuk bersabar. Sebab saat ini proses pencairan sudah bisa dilaksanakan.

“Mohon bersabar, saat ini sedang proses pencairan,” pungkasnya.

(rbd/bie/pojokjabar)

Daftar untuk Tonton Launching Motor Honda New PCX Klik Disini
Loading...

loading...

Feeds

Rektor IPB Arif Satria dirawat di RS EMC Sentul Bogor

Rektor IPB Positif Covid-19 Lagi

Rektor institut Pertanian Bogor (IPB), Arif Satria, terkonfirmasi positif Covid-19 kedua kalinya, usai sempat positif pada September 2020.