Hadapi Pembelajaran Tatap Muka, Pemkot Cimahi Usulkan 4.658 Guru dan Tenaga Pendidik Jalani Vaksinasi COVID-19

Sejumlah Guru saat melanjani tes usap di Puskesmas Cimahi Tengah, Kota Cimahi, beberapa waktu lalu.

Sejumlah Guru saat melanjani tes usap di Puskesmas Cimahi Tengah, Kota Cimahi, beberapa waktu lalu.


POJOKJABAR.com, CIMAHI – Untuk mengahdapi Pembelajaran Tatap Muka (PTM) terbatas pada Juli 2021 mendatang, Pemerintah Kota (Pemkot) Cimahi telah mengusulkan sebanyak 4.658 guru dan tenaga pendidik untuk menjalani vaksinasi COVID-19.

Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Cimahi Harjono menyebutkan, dari 4.658 sebanyak 3.090 orang guru dan tenaga pendidik sudah menjalani vaksinasi COVID-19 dosis I dan II. Sementara sisanya baru menjalani vaksinasi dosis tahap I dan mesti menunggu interval 28 hari sebelum menjalani vaksinasi dosis tahap II.

“Pelaksanaan vaksinasinya itu tiga gelombang, gelombang satu 200 orang, yang kedua 1.894, yang ketiga 996. Jumlah itu sudah vaksinasi dosis II. Sisanya 1.568 dosis keduanya nanti 21 April karena ada perubahan interval dari 14 hari jadi 28 hari,” ujar Harjono, Rabu (31/3).

Menurutnya, dari 4.658 guru dan tenaga pendidik yang diusulkan untuk menerima vaksinasi COVID-19 tidak semuanya bisa menjalani vaksinasi karena beberapa faktor, terutama kesehatan.

“Dari yang diusulkan tidak semua bisa divaksin karena ada yang komorbid, ada yang lagi hamil, program hamil, dan penyintas karena baru sembuh. Jumlah yang tidak bisa divaksin itu sedang dikumpulkan, nanti dipisahkan dengan yang menunda vaksin karena minggu berikutnya bisa divaksin,” terang Harjono.

Sementara untuk guru SMA/SMK dan MA serta MTs pihaknya meminta data dari Kantor Cabang Dinas (KCD) dan Kementerian Agama. Hal itu karena SMA/SMK kewenangannya ada di bawah Provinsi Jawa Barat.

“Untuk SMA/SMK sudah minta data by name by address ke KCD 7 termasuk ke Kemenag. Dr KCD itu untuk SMA/SMK ada 500 orang, dari MA dan MTs baru 600. Estimasi SMA/SMK itu 1200 orang. Nanti angkanya disampaikan ke Dinas Kesehatan karena targetnya semua guru itu bulan Juni sudah divaksinasi,” jelasnya.

Harjono mengatakan jika pihaknya merencanakan simulasi PTM terbatas pada bulan Juni mendatang setelah semua guru divaksinasi, sekolah melengkapi prasyarat PTM terbatas, dan izin orangtua didapat.

“Rencananya di bulan Juni akan simulasi PTM terbatas, setelah daftar periksa dilengkapi, guru divaksin, izin orangtua ada. Simulasinya latihan anak-anak masuk sekolah, belum ada pembelajaran. Baru Juli sudah melakukan PTM terbatas,” tegasnya.

Saat ini pihaknya segera mengajukan nota dinas di Plt Wali Kota Cimahi sebagai Ketua Satuan Tugas (Satgas) penanganan COVID-19.

“Mudah-mudahan hari ini bisa mengajukan nota dinas ke Wali Kota, karena yang memutuskan PTM terbatas bisa berjalan atau tidak adalah Ketua Satgas COVID-19,” pungkasnya.

(rbd/bie/pojokjabar)

Daftar untuk Tonton Launching Motor Honda New PCX Klik Disini
Loading...

loading...

Feeds

Rektor IPB Arif Satria dirawat di RS EMC Sentul Bogor

Rektor IPB Positif Covid-19 Lagi

Rektor institut Pertanian Bogor (IPB), Arif Satria, terkonfirmasi positif Covid-19 kedua kalinya, usai sempat positif pada September 2020.