Jenazah Korban Penembakan KKB Papua, Praka Roy Tiba di Bandung

Peti jenazah Praka (Anumerta) Roy Vebrianto tiba di rumah duka di Kompleks Bumi Sari Indah I, Kecamatan Baleendah, Kabupaten Bandung, Jawa Barat, Sabtu (23/1)./Foto: Istimewa

Peti jenazah Praka (Anumerta) Roy Vebrianto tiba di rumah duka di Kompleks Bumi Sari Indah I, Kecamatan Baleendah, Kabupaten Bandung, Jawa Barat, Sabtu (23/1)./Foto: Istimewa


POJOKJABAR.com– Jenazah anggota Yonif 400/BR, Prajurit Kepala (Anumerta) Roy Vebrianto, tiba di rumah duka di Kompleks Bumi Sari Indah I, Kecamatan Baleendah, Kabupaten Bandung, Jawa Barat, Sabtu (23/1) malam.

Prajurit Kepala (Anumerta) Roy Vebrianto tewas tertembak kelompok kriminal bersenjata (KKB) di Papua.

Ayah Praka Roy, Kuspriadi, 53, mengatakan, jenazah anaknya itu dibawa ke rumah duka setelah mendarat di Jakarta usai diterbangkan langsung dari Papua.

Jenazah Roy tiba dengan dibawa menggunakan ambulans Komando Garnisun Tetap pada pukul 20.44 WIB.

”Rencananya pemakaman pada Minggu (24/1) pagi, dimakamkan di TMP Cikutra,” kata Kuspriadi seperti dilansir dari Antara di rumah duka.

Kedatangan jenazah Roy diiringi dengan tangis haru keluarga dan kerabat serta tetangga sekitar.

Ratusan orang hadir ke rumah duka untuk melayat anggota TNI Anumerta yang tewas tertembak KKB itu.

Setelah diangkat dari ambulans, peti jenazah Roy yang dibalut bendera merah putih itu diusung sejumlah anggota TNI hingga ke rumah duka.

Kuspriadi mengatakan, Roy merupakan anak pertama dari dua bersaudara. Adiknya yang bernama Raditya, 15, masih duduk di bangku sekolah.

Di rumah duka tampak berbagai karangan bunga dari sejumlah pejabat TNI maupun Polri.

Mulai dari Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto, Kepala Staf Angkatan Darat Jenderal TNI Andika Perkasa, dan pejabat aparat daerah lainnya.

Kuspriadi adalah anggota TNI berpangkat letnan dua. Dia saat ini bertugas sebagai anggota TNI di wilayah Kodam III Siliwangi.

Karier Roy di pasukan Angkatan Darat itu mengikuti jejak ayahnya. Usai lulus sekolah, Kuspriadi mengatakan, anaknya tidak ingin melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi.

”Dia (Roy) disuruh kuliah nggak mau. Dia daftar sebagai anggota,” kata Kuspriadi.

Sebelumnya, Pratu Roy Vebrianto, anggota Yonif 400/BR, Jumat (22/1) meninggal akibat luka tembak di tubuhnya saat kontak tembak dengan Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB).

Korban mengalami luka tembak di dada kanan dan meninggal setibanya di RS Mitra Masyarakat Timika setelah dievakuasi dengan helikopter.

(jpc/pojokjabar)

Daftar untuk Tonton Launching Motor Honda New PCX Klik Disini
Loading...

loading...

Feeds