Polda Jabar Panggil Wartawan Media Online Inisial BR Terkait Pemberitaan Soal Bank Jabar

Kabid Humas Polda Jabar, Kombes Pol Erdi Adrimulan Chaniago

Kabid Humas Polda Jabar, Kombes Pol Erdi Adrimulan Chaniago


POJOKJABAR.com, Bandung – Polda Jabar menerima laporan adanya dugaan pencemaran nama baik dan UU ITE, oleh salah satu media online di Bandung.

Pelaporan tersebut dilakukan oleh Ditreskrimsus Polda Jabar. Kabid Humas Polda Jabar, Kombes Pol Erdi Adrimulan Chaniago membenarkan telah melakukan pemanggilan terhadap terlapor BR yang diketahui merupakan wartawan dari media arcom.co.id.

Pemanggilan BR oleh penyidik Ditreskrimsus Polda Jabar, baru sebatas klatifikasi terkait laporan Bank BJB Jabar,  yang mana BR  mengunggah ke medianya pemberitaan tentang judul berita “Bank bjb Bungkam Terkait Dugaan Penyalahgunaan Narkoba yang dilakukan Pegawainya”, pada bulan pertengahan tahun 2020, lalu. Dengan.

“Kemarin B sempat datang untuk memenuhi panggilan penyidik pada jam 10.00 pagi tadi. Akan tetapi kedatangannya hanya dalam kapasitas klarifikasi belum ke arah penyidikan,” ujar Erdi saat dihubungi wartawan, Kamis (21/1).

Adapun pemeriksaan ini, berdasarkan laporan polisi dengan nomor laporan, LPB/1236/XI/2020/Jabar, pada tanggal 14 November 2020. Dalam laporan polisi itu, BR diduga melakukan pelanggaran terkait pencemaran nama baik dan UUITE.

Dalam surat pemanggilan terhadap BR pun, dituliskan, jika laporan yang menyeret dirinya, baru masuk ke ranah klarifikasi belum ke tingkat penyelidikan.

“Menurut penyidik untuk pemanggilan hari ini, BR baru dimintai klarifikasi dan dimintai beberapa dokumen,” jelasnya.

Masih dikatakan Erdi, dari keterangan penyidik pemanggilan terhadap BR setelah penyidik mendapatkan surat balasan dari PWI Jabar terkait keabsahan media online tersebut.

“Dari keterangan penyidik, pihaknya memanggil BR, setelah mendapatkan surat balasan dari PWI Jabar, jikalau portal Arkom belum terdaftar di PWI. Sehingga penyidik pun memanggil BR untuk melakukan klatifikasi,” terang Erdi.

Masih dikatakan Erdi, saat ini kasus tersebut belom ke langkah penyidikan. Pihaknya pun akan memanggil saksi lain untuk menentukan kasus tersebut menjadi terang benderang.

“Makanya kita  minta untuk klarifikasi, karena setelah kita mengumpulkan keterangan dari beberapa saksi yang sumbernya dari terlapor, baru kita bisa melangkah ke tahap berikutnya,” ujar Erdi.

Menurut berita yang dimuat di Arkom, kata Erdi, terlapor terkesan membentuk opini seolah-olah ada kepala cabang BJB yang menyalahgunakan narkoba dengan memakai uang nasabah.

“Jadi belum ada fakta hukumnya bahwa ada oknum pegawai BJB yang tertangkap melakukan penyelahgunaan narkoba. Setelah mendapatkan klarifikasi dari BR, biarlah penyidik bekerja terlebih dahulu. Setelah BR mungkin ada saksi lain yang akan dimintai keterangan oleh penyidik agar jelas semua. Nanti kita lihat kelanjutannya seperti apa,” jelasnya.

(arf/pojokjabar)

Daftar untuk Tonton Launching Motor Honda New PCX Klik Disini
Loading...

loading...

Feeds