Dedi Mulyadi Layak Disebut Inisiator Senayan, Dua Bulan Gaji dan Tunjangannya Disumbangkan untuk Korban Bencana

Dedi Mulyadi, wakil ketua komisi IV DPR RI saat berbincang di kediamannya.

Dedi Mulyadi, wakil ketua komisi IV DPR RI saat berbincang di kediamannya.


POJOKJABAR.com, BANDUNG – Wakil Ketua Komisi IV DPR RI, Dedi Mulyadi, yang merasa prihatin atas terjadinya bencana di berbagai wilayah negeri ini, memastikan gaji dan tunjangannya sebagai anggota DPR RI selama dua bulan akan di sumbangankan untuk bencana tersebut.

Langkah cepat yang diambil oleh mantan Bupati dua bulan tersebut sebagai bentuk kepedulian dirinya atas penderitaan rakyat yang tengah dirundung malang akibat bencana. Sebagai wakil rakyat, dirinya ingin bahu membahu untuk meringankan beban para korban yang tertimpa bencana.

“Gaji dan tunjangan bulan Februari dan Maret akan saya sumbangakan untuk bencana,” kata Dedi Mulyadi, melalui sambungan seluller.
Dedi merupakan salah seorang pejabat sebagai wakil rakyat yang pertama menyumbangkan seluruh gajih dan tunjangannya untuk masyarakat yang terkena musibah bencana alam.

Bisa dibilang Wakil Ketua Komisi IV DPR RI yang murah senyum tersebut sebagai inisiator  dari senayan untuk menggalang dana bagi rekan-rekan lainnya yang duduk di parlemen. Diharapkan semua para anggota parlemen juga ikut serta meringankan beban masyarakat yang tertimpa musibah bencana.

Dedi menilai, bencana yang terjadi diberbagai wilayah tersebut terutama bencana banjir ada faktor dari kelalaian manusia. Dampaknya menyebabkan alam tidak lagi stabil, hingga akhirnya terjadi bencana.

“Gaji dan tunjangan sebagai anggota DPR RI bagi sebagian dari kita mungkin nilainya biasa saja, tapi bagi mereka yang membutuhkan bantuan nilainya menjadi luar biasa,” tambah Dedi Mulyadi, yang memastikan gaji dan tunjangannya mulai bulan depan akan di sumbangkan untuk korban bencana alam.

Dedi yang biasa berpenampilan ciri khas menggunakan iket kepala putih ini, menyoroti masalah bencana di sejumlah daerah yang salah satu faktor terjadinya bencana akibat tangan-tangan kotor manusia serakah yang ingin menguasi sumber daya alam untuk kepentingan korporasi maupun pribadi.

“Bencana banjir di Kalimantan Selatan, ada faktor kelalaian manusia dengan merusak hutan dan lahan. Mereka hanya mementingkan korporasi dan diri sendiri tanpa mementingkan masa depan anak cucunya saat alam di rusak,” tutup Dedi Mulyadi, mengakhiri pembicaraan yang merasa prihatin dengan bencana yang menimpa dan rakyat tak berdosa menjadi korbannya. (Adw/pojokjabar)

Daftar untuk Tonton Launching Motor Honda New PCX Klik Disini
Loading...

loading...

Feeds