Komisi IV DPR RI Sebut 17 Juta Hektare Hutan dan Lahan Rusak, Dampaknya Terjadi Banjir Bandang

Dedi Mulyadi, wakil ketua komisi IV DPR RI saat rapat dengar pendapat di gedung dpr ri beberapa waktu lalu.

Dedi Mulyadi, wakil ketua komisi IV DPR RI saat rapat dengar pendapat di gedung dpr ri beberapa waktu lalu.


POJOKJABAR.com, JAKARTA – Dalam bulan Januari awal tahun 2021 ini, sedikitnya ada 6 kejadian bencana alam yang mengguncang negeri ini di berbagai belahan wilayah. Sepertinya alam tengah menguji dengan ditimpakan bencana, yang tidak menutup kemungkinan akibat andil dari tangan-tangan serakah menguasai segala sumber daya alam nusantara.

Diawali dengan meletusnya gunung semeru pada tanggal 01 Januari, kemudian jatuhnya pesawat terbang sriwijaya air pada tanggal 09 Januari. Pada tanggal 10 Januari terjadi lagi bencana longsor di cimanggung sumedang jawa barat.

Tidak hanya sampai di situ, bencana alam juga terjadi kembali pada tanggal 15 Januari banjir bandang di Kalimantan Selatan yang berdampak puluhan ribu rumah warga terendam banjir. Masih di tanggal yang sama, gempa terjadi di sulawesi barat. Berselang dua hari atau tepatnya tanggal 17 Januari, longsor dan banjir juga terjadi di Manado. Hari ini Selasa (19/01) banjir bandang juga terjadi di wilayah gunung mas bogor.

Dari berbagai kejadian tersebut, mengalami korban jiwa tidak sedikit. Belum lagi kerugian materi yang diperkirakan jumlahnya sangat banyak, kemudian juga dampak lingkungan yang tidak kalah besar nilainya bisa mencapai trilunan rupiah.

Menurut Komisi IV DPR RI, Dedi Mulyadi, dirinya menggaris bawahi masalah faktor penyebab dari banjir di berbagai wilayah akibat dari rusaknya hutan yang ada di seluruh indonesia.

“Data yang ada di kami (Komisi IV DPR RI) baik itu kerusakan hutan maupun kerusakan akibat tambang illegal 17 Juta Hektare. Terluas ada di wilayah Kalimantan,” kata Dedi Mulyadi, Wakil Ketua DPR RI melalui sambungan seluller.

Dengan rusaknya alam baik oleh ilegal hutan maupun ilegal pertambangan bisa dipastikan akan berdampak terhadap lingkungan alam di wilayah itu sendiri. Salah satunya yaitu berdampak banjir yang di sejumlah wilayah, terutama banjir di kalimantan salah satu faktor penyebabnya akibat rusaknya hutan.

“Negara dirugikan dua kali, pertama kerusakan alam yang bisa merugikan ratusan triliunan rupiah. Kemudian yang kedua tidak ada pendapatan sepeserpun karena ilegal hutan dan pertambangan,” tambah Dedi Mulyadi, menjelaskan tentang kerugian negara akibat ilegal hutan dan pertambangan.

Dedi juga menyarankan kepada negara agar menindak tegas mengambil tindakan hukum terhadap para pelaku ilegal hutan dan ilegal pertambangan di seluruh indonesia. Negara harus bergerak cepat untuk menyelamatkan hutan dan lahan pertambangan ilegal, dari tangan-tangan kotor yang hanya mementingkan diri sendiri tanpa memikirkan dampak untuk anak cucu masa depan.

“Butuh tangan kuat dari negara untuk menyelamatkannya, segera proses secara hukum para perusak lingkungan tersebut. Kemudian kita benahi bersama-sama alam di negeri ini. Karena saya juga sangat cinta dengan negara indonesia tempat saya dilahirkan,” tutup Dedi Mulyadi, mengakhiri pembicaraan melalui sambungan seluller. (Adw/pojokjabar)

Daftar untuk Tonton Launching Motor Honda New PCX Klik Disini
Loading...

loading...

Feeds