Manfaatkan Efek Pandemi, Dua Mucikari Jualan Jasa Esek-esek dengan Modus Spa di Hotel

Satreskirm Polrestabes Bandung kembali mengungkap kasus prostitusi dengan modus menawarkan jasa spa di salah satu hotel di Ciumbuleuit, Kota Bandung. Foto/Arif

Satreskirm Polrestabes Bandung kembali mengungkap kasus prostitusi dengan modus menawarkan jasa spa di salah satu hotel di Ciumbuleuit, Kota Bandung. Foto/Arif


POJOKJABAR.id, BANDUNG – Satreskirm Polrestabes Bandung kembali mengungkap kasus prostitusi dengan modus menawarkan jasa spa di salah satu hotel di Ciumbuleuit, Kota Bandung.

Kali ini, dua orang mucikari diamankan karena menawarkan wanita yang merupakan terapis spa. Dalam pengungkapan ini, Satreskirm Polrestabes Bandung mengamankan dua orang mucikari dan 6 orang terapis.

Kasatreskrim Polrestabes Bandung, AKBP Adanan Mangopang, menjelaskan bahwa kasus prostitusi ini terungkap dikarenakan laporan dari masyarakat dalam satu grup media sosial yang menyatakan adanya spa berkedok prostitusi di salah satu hotel di Ciumbuleuit.

“Jadi dua orang mucikari ini memanfaatkan mereka para terapis yang kesulitan mendapat pelanggan di saat pandemi ini,” jelas Kasatreskrim Polrestabes Bandung, Senin (18/1/2021).

Dua Mucikari tersebut, bahkan memberikan bayaran yang murah bagi para terapis tersebut.

“Para terapis ini diberi bayaran murah,” terangnya.

Menurut Adanan, para mucikari memanfaatkan hotel di kawasan Ciumbuleuit itu yang juga kebetulan sepi pengunjung.

“Jadi momen pandemi ini dimanfaatkan oleh dua Mucikari.Meski sebelumnya sudah ada fasilitas spa di hotel itu namun tidak memberikan layanan plus-plus seperti saat ini,” paparnya.

Dua Mucikari yang diamankan diterapkan pasal khusus.

Pasal khusus ini adalah pasal mengenai Tindak Pidana Perdagangan Orang.

“Kita terapkan pasal khusus, dengan tentunya hukumannya cukup berat,” ujarnya.

Pada penggerebekan yang dilakukan pada Minggu 17 Januari 2021 malam tersebut, kepolisian mengamankan sejumlah barang bukti. Di antaranya ponsel untuk menerima pesanan tempat spa tersebut‎, alat kontrasepsi dan uang senilai Rp 1 juta lebih.

Akibat perbuatannya tersebut para mucikari dijerat Pasal tentang TPPO dengan ancaman ‎paling sedikit 3 tahun penjara dan maksimal 15 tahun penjara dengan denda paling sedikit Rp 120 juta dan maksimal Rp 500 juta.

Salah satu tersangka yaitu R (24) mengaku, mendapatkan keuntungan dari spa plus-plus tersebut cukup besar.

“Jadi kalau spa saja bayarannya Rp 250 ribu dan ‎kami dapat Rp 200 ribu sementara terapisnya Rp 50 ribu. Namun kalau plus bayarannya Rp 650 ribu, Rp 300 ribu untuk kami, Rp 350 ribu untuk terapisnya,” jelasnya.

(arf/pojokbandung)

Daftar untuk Tonton Launching Motor Honda New PCX Klik Disini
Loading...

loading...

Feeds

ilustrasi-miras

MPR RI Blak-blakan Soal Perpes Miras

Jadi, demi melindungi seluruh rakyat Indonesia, sebagaimana perintah konstitusi, dan untuk kemaslahatan terbesar bagi rakyat dan NKRI, juga sesuai dengan …