Jabar Butuh 67 Juta Vaksin Covid-19

Virus Corona

Virus Corona


POJOKJABAR.com, BANDUNG – Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil meninjau gudang penyimpananan vaksin Covid-19 di Komplek Pergudangan Multiguna Modern Bizpark, Kota Bandung, Rabu (6/1/2020). Emil, sapaanya, mengaku ingin memastikan prosedur penyimpanan vaksin tersebut.

“Saya kesinsi memastikan tata cara keselamatan dan pengelolaan di gudang. Tadi masuk 3-4 orang saja dia menaikan suhu 1 sampai 2 derajat. Kalau terlalu banyak orang tidak bagus, rata-rata diset 4 derajat,” katanya.

Dalam kesempatan itu, ia menegaskan, kebutuhan vaksin Jawa Barat yang mencapai 67 juta dosis vaksin itu diharapkan akan membentuk herd immunity atau kekebalan kelompok bagi 33,5 juta jiwa.

“Jumlah yang diperlukan untuk menciptakan kekebalan imunitas kelompok itu adalah 33,5 juta jiwa, kalau kali dua dosis ada 67 juta yang dibutuhkan,” ungkapnya.

“Dengan begitu, akan terjadi herd immunity, dan pemulihan ekonomi lebih cepat,” imbuhnya.

Diketahui, vaksinasi tahap pertama Jabar mendapat alokasi 97.080 dosis yang terbagi dalam dua tahap distribusi. Tahap I (5 Januari 2021) sebanyak 38.400 dosis untuk pelaksanaan vaksinasi pada 14 Januari 2021 atau menunggu izin penggunaan darurat (Emergency Use Authorization/EUA) dari BPOM. Sementara Tahap II sebanyak 58.680 dosis.

“Jabar sudah menerima kurang lebih 90 ribuan (97 ribu dosis vaksin), karena dibagi dua (tiap orang dua kali disuntik) hanya cukup untuk 45 ribu nakes di tahap satu. Padahal nakes kita ada 150 ribu. Di tahap dua kita akan berikan ke semua nakes,” katanya.

Sedangkan, berdasarkan data Satuan Tugas (Satgas) Penanganan COVID-19 Jabar, terdapat total 161.242 sasaran nakes di 27 kabupaten/kota se-Jabar untuk vaksinasi. Jumlah bisa meningkat dengan penambahan daftar SDM (Sumber Daya Manusia) lain di fasyankes. Untuk itu, Emil melanjutkan, pendistribusian vaksin di Jabar akan dilakukan secara proporsional berdasarkan tingkat penyebarannya.

“Ada 1.000 tenaga kesehatan di zona merah dan 1.000 nakes di zona yang tidak merah, maka proporsinya tidak akan sama meski sama-sama ada 1.000 nakes,” kata Emil.

“Akan lebih banyak nakes di zona merah (yang mendapatkan vaksin lebih dulu). Maka, nanti Bodebek dan Bandung Raya yang akan mendapat porsi lebih banyak,” imbuhnya.

Emil menegaskan, tenaga kesehatan tidak boleh menolak untuk vaksinasi. Nakes yang telah dinyatakan mendapat jatah vaksin wajib menjalaninya sebagai bagian dari bela negara.

“Kita harap tidak ada (nakes yang menolak vaksinasi). Tadi pak presiden menyampaikan ini kewajiban negara berdasarkan UU tentang wabah. Itu yang menjadi dasar hukum, kenapa yang sudah terdaftar tidak boleh menolak,” pungkasnya.

(rs/muh/pojokjabar)

Daftar untuk Tonton Launching Motor Honda New PCX Klik Disini
Loading...

loading...

Feeds