Kisah Pengusaha Tahu di Sumedang Terdampak Kenaikan Harga Kacang Kedelai

Pengusaha Tahu Sumedang terpaksa terus berproduksi karena takut kehilangan pelanggan./Foto: Rmol

Pengusaha Tahu Sumedang terpaksa terus berproduksi karena takut kehilangan pelanggan./Foto: Rmol


POJOKJABAR.com, SUMEDANG– Meski harga kacang kedelai saat ini mengalami kenaikan, produsen tahu di Sumedang masih melakukan produksi. Para produsen tahu itu mengaku takut kehilangan pelanggan jika tidak berproduksi.

Salah seorang pemilik pabrik tahu di Lingkungan Andir, Kelurahan Situ, Kecamatan Sumedang Utara, Tata (63) menyampaikan, kenaikan harga kacang kedelai terjadi sejak 2 bulan lalu.

“Naiknya nggak sekaligus, sehari Rp 100 sampai Rp 200, cuma naiknya tiap hari. Kalau harga normal kedelai biasanya Rp630 ribu per kwintal, sekarang harganya sudah Rp930 ribu, naiknya hampir 50 persen,” ujar Tata kepada Kantor Berita RMOLJabar, Minggu (3/1).

Dikatakan Tata, jika kondisinya normal, per hari para pegawainya mengolah 3 kwintal kacang kedelai per hari. Namun kini hanya 2 kwintal saja.

“2 kwintal juga terpaksa, karena saya takut kehilangan pelanggan,” ucapnya.

Tata menambahkan, meski harga kacang kedelai naik, namun harga tahu tidak mengalami kenaikan. Kondisi ini berdampak pada ruginya perusahaan.

“Ruginya ya karena kedelainya naik, sedangkan tahunya kan tidak bisa naik,” tambahnya.

Di tempat lain, Rohana (48), mengungkapan saat ini terkait kenaikan kacang kedelai terkhusus kedelai impor.

Bahkan, sambung rohana, para pengusaha tahu di Sumedang kebanyakan memilih tahu impor karena kualitasnya jauh lebih baik dari lokal.

Adapun tentang kenaikan harga kedelai sendiri, dia memperkirakan harganya masih akan terus naik, bahkan bisa mencapai Rp100 ribu per kwintal.

“Saat ini susah bagi para pengusaha mensiasatinya akan kenaikan kedelai tersebut, karena harga tahu kan tidak bisa naik, sedangkan harga kacang mungkin akan terus naik, bahkan sampai Rp10 ribu (per kilogram) lebih,” imbuhnya.

Jika harga kacang kedelai tidak terkendali terus berlanjut, kemungkinan dirinya dan pengusaha tahu lainnya akan berhenti berproduksi sementara. Pasalnya, saat ini dirinya sudah mendapat surat edaran dari Koperasi Produsen Tahu Tempe (KOPTI) pusat melalui pengurus di kabupaten, untuk melakukan aksi mogok produksi, sampai harga kacang kedelai stabil.

“Semua perusahaan di Sumedang mendukung langkah-langkah dari KOPTI pusat dan Sumedang, supaya harga kacang kedelai bisa distabilkan lagi,” jelasnya.

Sehingga, ia pun mendorong pemerintah turun tangan untuk menstabilkan harga kacang kedelai tersebut.

“Harapan ke depan, pemerintah cepat-cepat menurunkan harga kedelai, kasihanlah pengusaha-pengusaha kecil seperti saya, apalagi sekarang sedang pandemi,” tandasnya.

(rmol/pojokjabar)

Daftar untuk Tonton Launching Motor Honda New PCX Klik Disini
Loading...

loading...

Feeds