Harga Cabai dan Daging di Kota Bandung Tambah Mahal Saat Momen Akhir Tahun

ILUSTRASI CABAI

ILUSTRASI CABAI


POJOKJABAR.id, BANDUNG – Jelang akhir tahun 2020, harga cabai merah dan daging ayam di pasar tradisional Kota Bandung mengalami kenaikan. Cabai merah saat ini di harga Rp 48 per kilogram dan daging ayam Rp 33 ribu per kilogram.

Berdasarkan data yang didapat, cabai merah tanjung naik dari harga normal rata-rata Rp 13.500 menjadi Rp 48.500 per kilogram. Kemudian, cabai merah keriting pun mengalami kenaikan dari Rp 14 ribu menjadi Rp 44 ribu per kilogram.

Sementara itu, harga daging ayam naik sekitar Rp 3 ribu menjadi Rp 33 ribu. Namun, harga tersebut masih di bawah harga eceran tertinggi (HET) yaitu Rp 35 ribu.

Yusuf Komarudin (27), salah satu pedagang di pasar tradisional Gedebage mengatakan, kenaikan harga cabai merah yang dijualnya sudah sejak beberapa minggu yang lalu. Kenaikan itu disebabkan beberapa faktor di antaranya pasokan yang terbatas dan memasuki musim hujan.

“Benar naik, yang naik rawit, cabai merah. Faktor cuaca, keterbatasan barang. Pembeli pada ngikutin, enggak ada yang protes. Kita mengurangi pasokan karena risikonya besar,” kata Yusuf.

Begitupun dengan penjual daging ayam, Andi (57) mengaku harga yang naik masih relatif standar sekitar Rp 2-3 ribu. “Alasan naik ya kita ngikutin harga pasar, pembeli juga ngikutin. Sekarang udah naik Rp 3 ribu. Nanti awal tahun juga biasanya naik lagi,” ujar Andi.

Kepala Bidang Distribusi Perdagangan dan Pengembangan E-Commerce, Dispangtan Kota Bandung Meiwan Kartiwa membenarkan soal kenaikan harga beberapa komoditi bahan baku tersebut.

Meiwan mengatakan, Kota Bandung bukan sebagai daerah penghasil sayuran dan sejumlah komoditi lainnya. Sehingga kebutuhan sayuran dan lainnya itu dipasok dari luar daerah.

“Memang dari luarnya pun kondisi kurang stabil dan gagal panen. Kalo dari dinas sementara kita memantau dulu sampai harganya apakah sangat melejit. Nanti kita lihat Desember seperti apa. Kalo yang namanya operasi pasar itu ada mekanismenya,” kata Meiwan.

Dia mengatakan, awalnya akan mengadakan bazar pasar murah di salah satu kecamatan di Kota Bandung. Namun karena mengingat masih dalam masa pandemi COVID-19, kegiatan rutin jelang akhir tahun tersebut akan ditunda sementara waktu.

“Biasanya menyambut akhir tahun dan natal upaya untuk membantu masyarakat biasanya harga naik-naik kita membantu masyarakat untuk membeli bahan pokok yang lebih murah dengan bazar pasar murah. Tapi karena lagi pandemi kita tunda sementara,” ujarnya.

Loading...

loading...

Feeds