Demi Cari Bukti Tambahan Kasus Walkot Ajay, KPK Geledah 4 Lokasi di Cimahi

Wali kota Cimahi Ajay Muhammad Priatna/Foto: Facebook

Wali kota Cimahi Ajay Muhammad Priatna/Foto: Facebook


POJOKJABAR.com– Penggeledahan pihak Tim penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dilakukan guna mencari bukti tambahan dalam kasus dugaan suap pengurusan izin pembangunan rumah sakit yang menyeret Wali Kota Cimahi, Ajay Muhammad Priatna (AMP).

Pihaknya menggeledah empat lokasi di daerah Cimahi, Jawa Barat, sejak Rabu (2/12) kemarin.

Adapun, empat lokasi yang digeledah KPK diantaranya Kantor Wali Kota Cimahi; Rumah Wali Kota Cimahi, Rumah Sakit Umum Kasih Bunda (RSU KB) dan Kantor PT Trisaksi Megah.

“Sejak Rabu (2 /12/ 2020) hingga hari ini (3/12/2020) tim penyidik KPK melakukan penggeledahan pada empat lokasi di Kota Cimahi yaitu Kantor Wali Kota Cimahi, Rumah Wali Kota Cimahi, RSU KB, dan Kantor PT Trisaksi Megah,” kata pelaksana tugas (Plt) juru bicara KPK, Ali Fikri dalam keterangannya, Kamis (3/12).

Juru bicara KPK bidang penindakan ini menyampaikan, tim penyidik lembaga antirasuah berhasil mengamankan sejumlah dokumen dalam penggeledahan tersebut. Salah satu dokumen yang diamankan dalam penggeledahan tersebut, yakni terkait catatan aliran uang dugaan suap yang masuk ke kantong pribadi Ajay Muhammad Priatna.

“Dalam penggeledahan ini penyidik telah mengamankan beberapa dokumen berupa catatan penerimaan keuangan yang diduga diterima oleh tersangka AMP dan juga dokumen terkait pengajuan izin RSU KB,” ucap Ali.

Menurut Ali penyidik akan menelaah dan mendalami dokumen-dokumen yang yang diamankan untuk selanjutnya disita dalam beberapa tempat penggeledahan tersebut.

“Penyidik akan segera melakukan penyitaan atas dokumen tersebut setelah dilakukan analisa lebih dahulu terhadap dokumen-dokumen dimaksud,” pungkasnya.

KPK menetapkan Wali Kota Cimahi, Ajay Muhammad Priatna sebagai tersangka. Dia ditetapkan tersangka bersama Komisaris Rumah Sakit Kasih Bunda Cimahi, Hutama Yonathan.

Ketua KPK Firli Bahuri mengatakan, penetapan keduanya sebagai tersangka berdasarkan gelar perkara. Ajay diduga menerima suap dalam perkara perizinan pembangunan Rumah Sakit Kasih Bunda. Sedangkan Yonathan diduga sebagai pemberi suap.

“Setelah dilakukan serangkaian pemeriksaan dan sebelum batas waktu 24 jam sebagaimana diatur dalam KUHAP, dilanjutkan dengan gelar perkara, KPK menyimpulkan adanya dugaan tindak pidana korupsi berupa penerimaan hadiah atau janji oleh Penyelenggara Negara terkait perizinan di Kota Cimahi Tahun Anggaran 2018-2020,” kata Firli di Gedung Merah Putih KPK, Kuningan, Jakarta Selatan, Sabtu (28/11).

Dalam perkara ini, Ajay dijerat Pasal 12 huruf a atau Pasal 12 huruf b atau Pasal 11 dan atau Pasal 12B Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Perubahan Atas Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi.

Sedangkan Yonathan dijerat Pasal 5 ayat (1) huruf a atau Pasal 5 ayat (1) huruf b atau Pasal 13 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Perubahan Atas Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi.

(jpc/pojokjabar)

Daftar untuk Tonton Launching Motor Honda New PCX Klik Disini
Loading...

loading...

Feeds