Aliran Uang Haram PDAM Tirta Tarum Diduga Ngalir ke Oknum Wartawan dan LSM

Alek Safri Winando

Alek Safri Winando


POJOKKARAWANG.com– Pengacara Novi selaku Kasubag Kas PDAM Tirta Tarum, Asep Agustian menyebut bahwa dana dugaan korupsi Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Tirta Tarum Karawang juga mengalir ke sejumlah oknum wartawan dan Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM).

“Hakim menetapkan, agar yang menerima aliran dana itu dibuka kembali aliran dananya, ya, silahkan pertanggungjawabkan,”katanya.

Menurutnya, bukan melihat pada jumlah besar atau kecil rupiahnya, tetapi hal itu adalah perbuatan yang mengorbankan banyak pihak lain.

 

Ia memastikan bahwa ada catatan aliran uangnya ke siapa saja secara detail.

 

“Ada celah untuk melakukan perbuatan ini, memperkaya diri kepada diri sendiri, ataupun kelompoknya ataupun korporasi,” ujarnya.

Menurutnya, lantaran tak ada sanksi, denda yang dijalankan dengan perjanjian, menjadi celah perbuatan tersebut.

“Akhirnya bengkak 2014 ke 2018 sampai miliaran rupiah,” ujarnya.

Ia menegaskan bahwa kliennya hanyalah Kasubag Kas, dimana ia akan melaksanakan tugas atas perintah dari atasanya.

 

“Kepada siapapun yang menerima aliran dana haram dari PDAM ini, tinggal tunggu saja,” ujarnya.

Sementara, Alek Safri Winando selaku kuasa hukum dari terdakwa Tatang Asmar menyebut bahwa pada poskip penetapan tersangka kliennya disebutkan juga sejumlah nama lainnya.

“Kenapa hanya Tatang Asmar yang menjadi tersangka lalu menjadi terdakwa, yang lainnya mana?,” katanya.

Menurutnya, poskip ini banyak terjual dan tak bisa menjadi dasar kliennya menjadi tersangka, apalagi terdakwa.

Seperti diketahui, kasus dugaan korupsi di tubuh Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Tirta Tarum Karawang sudah memasuki tahapan sidang ke-5 di Pengadilan Tipikor, Bandung.

 

Sejumlah saksi sudah dihadirkan di Pengadilan dan terungkap beberapa fakta mengejutkan. Kasus yang menyeret tiga mantan pejabat utama PDAM Karawang ini terkait penyelewengan dana kerja sama dengan PJT II Jatiluhur.

Tepatnya soal tagihan utang bahan baku air PDAM tirta Tarum kepada PJT II Purwakarta dari 2014 hingga 2018 yang nominalnya mencapai Rp4,4 miliar.

Tiga orang itu, yakni mantan Direktur Utama PDAM Tirta Tarum Karawang Yogie Patria Alsyah (YPA), mantan Direktur Umum Tatang Asmar, dan Nofi Farida sebagai bendahara.

Kuasa hukum terdakwa Tatang Asmar, Alek Safri Winando menyebut jika kliennya tidak bersalah dalam kasus tersebut. Hal itu berdasarkan bukti dan kronologi lengkap yang mereka miliki dan akan dijadikan bahan pembelaan saat sidang.

(ega/mar/pojokkarawang)

Loading...

loading...

Feeds