Ada Bioskop Outdoor di Bandung, Tersedia Tenda dan Lilin Romantisnya Juga

ISTIMEWA

ISTIMEWA


POJOKJABAR.id, BANDUNG – Terletak di sebuah bukit di kota Bandung, tenda teepee style didirikan tiap malam di sebuah halaman bersama dengan layar besar di depannya.

Dikenal dengan nama cinema under the stars atau sinema di bawah bintang, bioskop Cinema Under the Stars dengan gaya outdoor di ruangan terbuka didirikan sejak dua bulan lalu.

Cinema Under the Stars Bandung.

Sinema tersebut didirikan di ibukota salah satu wilayah yang padat di Jawa Barat.

Tujuan dari didirikannya sinema tersebut adalah untuk memberikan hiburan kepada masyarakat, tetapi tetap mematuhi aturan jaga jarak.

salah satu penduduk lokal, Lidia Utari menyampaikan bahwa sinema yang didirikan ini sangat menarik karena biasanya menonton film dilakukan di dalam ruangan, tetapi kini bisa dilakukan di luar ruangan dengan pemandangan kota Bandung.

Penyelenggara kegiatan tersebut mengatakan bahwa tiap tenda difasilitasi dengan bantal, selimut, snack yang yang terpenting adalah hand sanitiser dan disinfektan.

Tenda yang disediakan untuk penonton.

Penonton dapat duduk di dalam tenda dengan meja kecil di depan mereka yang telah diletakkan minuman dan makanan ditemani dengan lilin.

Pada 28 tenda yang tersedia, satu tenda berukuran 1.5-2 meter hanya boleh diisi paling banyak tiga orang.

Tiap tenda akan dikenakan biaya Rp215.000 untuk tiap film yang ditonton.

Ilham Fahri Suhada, salah satu dari penyelenggara mengatakan bahwa mereka mencari ide bagaimana agar pengunjung bisa terhibur di kala pandemi.

Walaupun tenda kemungkinan tak menambah proteksi dari virus, namun para penonton puas dengan keadaan tersebut.

Salah satu pengunjung mengatakan bahwa ia tak perlu khawatir mengenai Covid-19 karena tempat tersebut telah menerapkan protokol kesehatan.

Mengingat Indonesia saat ini menjadi negara dengan angka infeksi karena Covid-19 dan kematian tertinggi di Asia Tenggara dengan angka infeksi melebihi 530 ribu dan kematian mencapai 16 ribu.

Beberapa ahli kesehatan bahkan menyampaikan bahwa pengetesan dan pelacakan yang terbatas serta angka infeksi yang tinggi tak menutup kemungkinan bahwa angka sebenarnya bisa lebih tinggi.

Tak seperti beberapa negara tetangga, negara dengan kepadatan penduduk terbesar keempat dengan penduduk 270 juta tak menerapkan penguncian nasional namun melakukan pembatasan sosial dalam skala regional.

Loading...

loading...

Feeds