Dinilai Sangat Efektif, PSBM di Kota Cimahi Akan Diterapkan Lagi

Petugas Linmas menjaga akses masuk ke perumahaan warga untuk penerapan Pembatasan sosial bersekala mikro (PSBM) di Jalan Kademang, Kelurahan Setiamanah, Kota Cimahi, beberapa waktu lalu.

Petugas Linmas menjaga akses masuk ke perumahaan warga untuk penerapan Pembatasan sosial bersekala mikro (PSBM) di Jalan Kademang, Kelurahan Setiamanah, Kota Cimahi, beberapa waktu lalu.


POJOKJABAR.com, CIMAHI – Pembatasan sosial berskala mikro (PSBM) Kota Cimahi dinilai sangat efektif menekan angka penyebaran Covid-19. Untuk itu Walikota Cimahi Ajay Muhammad Priatna berencana menerapkan kembali PSBM bagi wilayahnya yang berada di zona merah atau level risiko tinggi penyebaran Covid-19.

Dengan begitu PSBM diharapkan dapat menekan angka kasus Covid-19 di Kota Cimahi.

“PSBM sangat mungkin diterapkan lagi, sebab penyekatan itu cukup efektif dan bisa menghambat penyebaran Covid-19,” kata Ajay, Kamis (19/11).

Menurut Ajay, dengan penerapan PSBM maka akses dan ruang gerak warga maupun pendatang dari luar daerah menjadi terawasi. Itu menjadi penting karena penyebaran Covid-19 kebanyakan kasus impor atau dari pendatang, bukan karena transmisi lokal.

Ini adalah kali ketiga Kota Cimahi dikategorikan zona merah Covid-19. Sebelumnya pun ketika diberlakukan PSBM, bisa menekan penyebaran dan berhasil masuk zona oranye. Sehingga langkah intervensi tersebut cukup efektif di kalangan masyarakat dalam penguncian wilayah.

“Saya minta setiap RW kembali memberlakukan penguncian wilayah terutama bagi tamu dari luar daerah. Jangan sampai lengah,” ujar Wali Kota Cimahi.

Disinggung soal izin penyelenggaraan keramaian di masyarakat, pihaknya juga akan melakukan pengkajian. Pasalnya pemerintah pusat maupun kepolisian sudah tegas tidak akan mengizinkan acara yang mengundang massa dalam jumlah banyak.

“Itu juga termasuk yang akan kami kaji (keramaian). Jangan sampai ada cluster baru, yang membuat Cimahi terus di zona merah,” kata Ajay.

(bie/pojokjabar)

Loading...

loading...

Feeds