Kasus Dugaan Penganiyayaan Anak Dibawah Umur di Karawang Jadi Sorotan GMPB


POJOKJABAR.com, BANDUNG – Kasus penganiyayaan yang terjadi di Kecamatan Pedes Kabupaten Karawang mendapat sorotan tajam ketua Lembaga Swadaya Masyarakat Gerakan Masyarakat Peduli Bangsa (GMPB), Asep Saepudin, karena kasus itu merupakan ranahnya Unit Perlindungan Perempuan dan Anak.

Hal ini berkaitan dengan diterimanya laporan pengaduan masyarakat ke pihak kepolisian sektor pedes, kemudian kasusnya dari bulan Agustus hingga saat ini belum ada kejelasan hingga sejauh mana ditangani oleh sektor pedes (korban akhirnya mengadu ke Polres Karawang).

“Setau saya di Sektor itu tidak ada Unit PPA, biasanya kalau ada kasus seperti ini dari pihak polsek diarahkan ke Polres. Tapi di Sektor Pedes malah diterima, ini kan aneh,” kata Asep melalui sambungan seluller.

 

Terlebih lagi korban masih di bawah umur, hal ini sesuai dengan UU No. 23 tahun 2002 tentang Perlindungan Anak Pasal 1 angka 1 memberikan batasan usia anak yakni seorang yang belum berusia 18 (delapan belas) tahun. Isi Pasal itu menyatakan; “Anak adalah seseorang yang belum berusia 18 (delapan belas) tahun, termasuk anak yang masih dalam kandungan.”

“Aturannya jelas di dalam undang-undang tersebut, korban bernisial ES itu usianya baru 17 tahun artinya sesuai uu perlindungan anak masih dikategorikan anak-anak,” beber Asep, menjelaskan tentang isi dari UU perlindungan anak.

 

Hal yang menariknya lagi, kasus itu bulan Agustus kenapa tidak ditangani sesegera mungkin apalagi korbannya masih di bawah umur. Jangan sampai publik menilai negatif terhadap institusi kepolisian di sektor pedes tersebut.

Terlepas dari itu semua, aturan mesti ditegakkan. Karena negara kita merupakan negara hukum, semua masyarakat sama di mata hukum. Jangan sampai permasalahan penganiyayaan terhadap anak di bawah umur ini diabaikan.

“Kita dorong pihak kepolisian polres karawang, untuk mengambil alih kasus ini. Karena setau saya unit PPA itu adanya di Polres, bukan di sektor,” tambah Asep.

Seperti diberitakan sebelumnya, korban penganiyayaan berinisial ES usia 17 tahun telah melaporkan kejadian pada polsek pedes pada bulan Agustus lalu, namun hingga saat ini korban merasa kasusnya tidak dianggap oleh pihak kepolisian polsek pedes.

Bukti korban laporan ke sektor pedes sesuai dengan surat LP yang diterima redaksi dari korban, surat bernomor : LP/18/VIII/2020/Sektor, tanggal 20 Agustus 2020 ditandatangani Atas Nama Kepala Kepolisian Sektor Tempuran Bripka Hoerudin.

 

(Adw/pojokjabar)

Daftar untuk Tonton Launching Motor Honda New PCX Klik Disini
Loading...

loading...

Feeds