Kronologi Nakes Jaga di IGD RSUD Ciamis Tertimpa Runtuhan Atap Gedung

Petugas tampak memeriksa ruangan IGD RSUD Ciamis yang ambruk, Senin (19/10) malam.

Sumber: https://www.radartasikmalaya.com/atap-gedung-igd-rsud-ciamis-ambruk-konstruksi-baja-ringan-dituding-penyebabnya/
Petugas tampak memeriksa ruangan IGD RSUD Ciamis yang ambruk, Senin (19/10) malam./Foto: Istimewa

Petugas tampak memeriksa ruangan IGD RSUD Ciamis yang ambruk, Senin (19/10) malam. Sumber: https://www.radartasikmalaya.com/atap-gedung-igd-rsud-ciamis-ambruk-konstruksi-baja-ringan-dituding-penyebabnya/ Petugas tampak memeriksa ruangan IGD RSUD Ciamis yang ambruk, Senin (19/10) malam./Foto: Istimewa


POJOKJABAR.com, CIAMIS– Tenaga medis jaga IGD RSUD Ciamis, dr Fitri tertimpa reruntuhan atap gedung bangunan tempatnya bekerja.

Fitri tertimpa saat hendak menyelamatkan diri keluar, terjatuh dan tersungkur ke lantai, hingga wajahnya terluka.

Hal ini diungkapkan oleh ibunya, Iis Siti Aisyah. Iis mengaku pihaknya mendapat informasi bahwa anaknya terkena musibah, saat ruang IGD lantai atas RSUD ambruk.

“Katanya anaknya saya sudah dirawat di RS Permata Bunda Ciamis. Saya langsung tengok dan ternyata benar, muka anak saya merah-merah, bahkan pelipis sebelah kananya sobek hingga harus mendapat senam jahitan,” tuturnya, Selasa (20/10).

“Sekarang sudah membaik dan istirahat di rumah saja dulu sampai benar sembuh,” sambung warga Dusun Ciwahangan RT 06/11 Desa Imbanagara.

Iis menambahkan, berdasarkan keterangan anaknya, saat itu sedang berada di ruangan lantai bawah IGD.

“Karena mungkin anak saya panik mendengar suara gemuruh dan material atap berjatuhan, langsung sama-sama keluar gedung. Dia (anaknya, red) tersungkur jatuh dan terinjak-injak oleh orang lain, sehingga mukanya kena lantai,” terangnya.

Selain dr.Fitri, petugas Satpam RSUD Ciamis, Andang Suryana, juga terkena reruntuhan atap gedung tersebut.

Sementara, ahli konstruksi baja ringan, Muhammad Bar, menduga ambruknya atap bangunan lantai dua IGD RSUD Ciamis, karena kontruksi ringan yang kurang baik.

Pertama, jika konstruksi baja ringan lebih baik tidak pakai genting yang tebal seperti itu. Sebab bukan diperuntukannya. Namun, khusus rangka baja ringan seharusnya memakai multi roof.

Dijelaskan dia, bahwa pemasangan baja ringan perlu analisa, terutama oleh beban bahan pengaruh dan ketebalan baja ringan yakni paling baik satu milimeter.

“Namun yang saya amati, beberapa kejadian dari baja ringan amruk, karena diduga cara pemasangan,” papar Mummad yang juga Direktur CV Kurnia kepada Radar Tasikmalaya (Pojokjabar.com group), Selasa (20/10) pagi.

Dia menyarankan Pemkab Ciamis, khusus untuk bajaringan, konsultan perencanaan juga harus disesuiakan.

“Dimana, baja ringan ketebalan satu mili itu, dengan jarak kuda-kuda satu meter, dimana sebetulnya yang buatnya harus konsultan bukan pemborong,” ujarnya.

“Namun, saya melihat sekarang ini justru konsultan itu hanya copy paste. Jadi, harga sekian-sekian langsung digebudkeunn, padahal baja ringan itu kontruksi yang betul-betul terpasang,” sambungnya.

Ungkap dia, konstruksi bajaringan itu masa garansinya 10 tahun. Kekuatan juga sampai 20 tahun. Dimana persoalanya bahwa masalah baja ringan harus tahu juga beban tekanan, beban angin. Karena dari ketahanan juga baja ringan bisa berubah.

“Contohnya, jika pemasangan bautnya salah karena longgar, bisa gerak, terutama kalau bangunan di pinggir jalan kena getaran kendaraan juga mempengaruhi dan goyang,” tuturnya.

“Jadi, persoalanya konsultan juga harus paham. Jangan sampai copy paste. Seperti enginering reeport juga harus konsultan yang buat,” tukasnya.

Muhammad mengaku, sepengatahuan pihaknya, pemasangan baja ringan juga belum pernah sampai ada yang roboh meski bertahun-tahun.

“Yang memasang baja ringan propesional dan bersertifikat,” tuntasnya.

(RT/pojokjabar)

Daftar untuk Tonton Launching Motor Honda New PCX Klik Disini
Loading...

loading...

Feeds