DPRD Jabar Minta Pemkot Bandung Kaji Ulang Pembukaan Bioskop Saat Pandemi

Ilustrasi bioskop di tengah pandemi covid-19.

Ilustrasi bioskop di tengah pandemi covid-19.


POJOKJABAR.com, BANDUNG– Kebijakan Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung kembali membuka tempat hiburan bioskop pada masa pandemi Covid-19 sebagai salah satu solusi guna menumbuhkan geliat perekonomian.

Hal itu dinilai Sekretaris Komisi II Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Jawa Barat Yunandar Rukhiadi Eka Perwira adalah hal yang wajar.

Hanya saja, kata dia, perlu adanya strategi khusus atau inovasi agar jangan sampai kebijakan tersebut justru menjadi bumerang. Pada akhirnya mengorbankan masyarakat.

“Mengingat berdasarkan hasil penelitian selama ini, salah satu sumber penyebaran virus Covid-19 paling cepat adalah melalui sirkulasi udara di ruang tertutup,” jelasnya, Kamis (15/10).

Dirinya menambahkan, dikhawatirkan akan muncul klaster baru paska dibukanya kembali bioskop.

“Saya melihat, membuka tempat hiburan seperti bioskop ini harus disikapi hati-hati. Harus ada standar kesehatan atau kalau perlu harus ada treatment khusus di tiap lokasi,” paparnya.

Yunandar menekankan, bahwa penularan Covid-19 ini katanya paling cepat di ruangan tertutup yang menggunakan AC (Air Conditioner).

“Bioskop ini kan semuanya pakai AC. Jadi harus ada upaya, misal bisa enggak di bioskop tidak pakai AC atau di ruang terbuka? Atau mungkin bisa mencontoh Jakarta, dulu mereka mengadakan konser dan bioskop drive-in,” ujar Yunandar.

Politisi PDIP ini meminta agar pemerintah tidak boleh mengorbankan masyarakat.

“Jangan terlalu terburu-buru ambil sikap, meski ekonomi juga penting. Harus ada solusi jalan tengah, bagaimana caranya dengan bioskop dibuka tetapi bisa terhindar dari penularan baru atau klaster baru. Ini yang harus dipikirkan,” jelasnya.

Yunandar mengatakan pemerintah juga perlu melakukan observasi terlebih dahulu mengenai prilaku masyarakat terhadap Covid-19.

“Tujuannya adalah untuk menghindari kebijakan yang dapat menjadi sumber penyebaran virus tersebut. Sehingga ketika pemerintah ingin berusaha membangkitkan perekenomian, dari segi kesehatan masyarakat tidak berdampak,” paparnya.

(Adv/arf/pojokjabar)

Loading...

loading...

Feeds