Protes Jalan Ditutup, Pedagang Pasar Baru Demo

Pedagang Pasar Baru Kota Bandung demo (arf)

Pedagang Pasar Baru Kota Bandung demo (arf)


POJOKJABAR.com, BANDUNG — Pedagang Pasar Baru menggelar aksi protes di Jalan Otto Iskandar Dinata (Otista), Kota Bandung, Senin (28/9/2020) sekitar pukul 09.45 WIB.

Mereka turun kejalan untuk protes terhadap kebijakan Pemkot Bandung yang kembali memperpanjang buka tutup jalan selama Adaptasi Kebiasaan Baru (AKB) yang diperketat.

Ketua Himpunan Pedagang Pasar Baru (HP2B) Iwan Suhermawan mengatakan, aksi yang di lakukan hari ini bukan hanya dihadiri oleh pedagang pasar saja.

Beberapa pedagang kaki lima di sekitar Pasar Baru juga turut melakukan aksi.

“Meski para pedagang turun untuk melakukan aksi, kegiatan hari ini diakuinya di luar kegiatan HP2B. Para pedagang turun kejalan merupakan aksi yang digerakkan oleh kegelisahan atas perpanjangan waktu buka tutup jalan oleh Pemkot Bandung,” jelasnya, Senin (28/9).

Ditegaskan Iwan, bahwa aksi tersebut diuar koordinasi dengan dirinya.

“Jadi tuntutannya ingin dibuka aksss jalan yang diperpanjang. itu di luar koordinasi saya saya gak bisa melarang kalau kami dengan cara elegan kalau kami turun ke jalan khawatir berkerumun, saya gak bisa melarang,” ujar Iwan saat dihubungi.

Berdasarkan pandangannya, Iwan menjelaskan bahwa Pemkot Bandung harusnya bisa menangani masalah ini tidak terjadi.

Soal recovery ekonomi di tengah pandemik seperti saat ini dirasakan dia harus dibuktikan dibandingkan dengan memperpanjang buka tutup jalan di lima titik termasuk akses jalan menuju pasar baru.

“Buka tutup jalan menyulitkan ekonomi di pasar baru dan jalur itu dan alangkah lebih bijak pemkot mendengar aspirasi kami, ucapnya.

Iwan berpendapat, jika maksud dari buka tutup jalan untuk meminimalisir pergerakan masa, beberapa solusi lain menurutnya masih bisa dilakukan.

Seperti, membuat posko pengawasan ketat di lima titik jalan yang di berlakukan buka tutup saat ini.

“Kalau alasannya ingin mencegah kerumunan dengan membuat posko di Jalan Otitsa di titi keramaian dari berbagai isntansi mereka awasi kondisi jalan, dinamika transaksi jual beli bukan hanya mengawasi tapi mengedukasi tentang pentingnya menjaga masker dan menjaga jarak dari pada menutup jalan,” tuturnya.

Diberitakan sebelumnya, Iwan juga mengaku kecewa dengan langkah Wali Kota Bandung yang kembali memperpanjang buka tutup jalan di lima titik selama AKB yang diperketat dilaksanakan di Kota Bandung.

Menurutnya, hal tersebut membuat hati para pedagang semakin teriris di tengah himpitan pendapatan ekonomi dalam masa pandemik COVID-19 saat ini.

Ia juga mengaku sudah mengirimkan surat perihal situasi para pedagang Pasar Baru. Namun, sampai saat ini surat tak kunjung diberikan balasan.

(arf/pojokjabar)

Loading...

loading...

Feeds