Ini Motif Pelaku Menggunting Bendera Merah Putih di Sumedang

INDONESIA: Bendera Merah Putih. (ilustrasi)

INDONESIA: Bendera Merah Putih. (ilustrasi)


POJOKJABAR.com, SUMEDANG– Motif pelaku pengguntingan bendera Merah Putih di Sumedang, yakni karena jengkel melihat anaknya membawa bendera itu kemanapun.

Demikian penjelasan Kabidhumas Polda Jawa Barat Kombespol Erdi A. Chaniago.

”Ibu ini tidak memiliki motif kebencian terhadap NKRI, tapi tindakan ini karena kejengkelan kepada anaknya yang mempunyai gangguan mental yang kemanapun selalu membawa bendera Merah Putih itu,” kata Erdi seperti dilansir dari Antara di Polda Jawa Barat, Kota Bandung, Rabu (16/9).

Menurut Erdi, ada tiga orang terkait kasus pengguntingan bendera Merah Putih yang diamankan dan menjalani pemeriksaan di Polres Sumedang. Tiga orang itu berinisial P yang merupakan terduga pelaku pengguntingan dan dua orang lainnya berinisial A dan DY.

Erdi mengatakan, kini juga polisi mendalami terkait unsur pidana UU ITE dalam aksi itu. Sebab, aksi pengguntingan bendera Merah Putih itu diketahui setelah adanya rekaman video berdurasi 29 detik yang beredar di media sosial.

”Yang menjadi permasalahan adalah ternyata ada yang memvideokan dan memviralkan, nah ini yang menjadi masalah,” tutur Erdi.

Erdi belum menyebutkan siapa pelaku yang menyebarkan ataupun pembuatan video itu. Namun yang didalami adalah dugaan ada unsur provokasi kebencian terhadap NKRI melalui media sosial.

”Apakah ini masuk kepada perbuatan melawan hukum atau terkait masalah informasi elektronik, penyidik sedang mencari perbuatan niat jahatnya (menyebarkan video),” kata Erdi.

Sebelumnya, Kepolisian Resor (Polres) Sumedang membenarkan ada aksi pengguntingan bendera Merah Putih yang diduga dilakukan oleh sekelompok orang di Kabupaten Sumedang.

Kasatreskrim Polres Sumedang AKP Yanto Slamet mengatakan, aksi itu diketahui dari adanya rekaman video berdurasi 29 detik. Dalam video itu, nampak seorang ibu dibantu sejumlah orang menggunting bendera Merah Putih dengan banyak potongan.

”Kronologinya kemarin melakukan patroli siber kemudian di media sosial ada video seperti itu, kemudian kami cari orangnya,” kata Yanto.

(jpc/pojokjabar)

Loading...

loading...

Feeds