Gubernur Ridwan Kamil: Covid Ini Mengajarkan Kita untuk Adil

Ridwan Kamil disuntik vaksin Covid 19 (ist)

Ridwan Kamil disuntik vaksin Covid 19 (ist)


POJOKJABAR.com– Pandemi Covid-19 mengajarkannya untuk adil dalam mengambil sebuah kebijakan.

Demikian penilaian Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanggulangan Covid-19 Jawa Barat, Ridwan Kamil.

Termasuk dalam membuka kembali kegiatan belajar mengajar (KBM) secara tatap muka saat pandemi.

“Covid ini mengajarkan kita untuk adil. Jadi kalau ada desa tidak ada covid selama 6 bulan, kemudian tidak ada sinyal terus kita suruh dia online dengan pola yang sama di daerah yang padat itu kan tidak adil,” ucap Emil, sapaan akrabnya, di Gedung Pakuan, Kota Bandung, Rabu (2/9).

“Untuk itu, pihaknya memberikan tiga syarat dalam pembukaan KBM secara tatap muka. “Maka kita beri tiga syarat, satu daerahnya harus berzona hijau, kedua gurunya harus sudah di swab, ketiga protokol 3M disiapkan,” ungkapnya.

Diakui Emil, dirinya menemukan contoh kasus daerah yang sudah siap melakukan KBM tatap muka. Namun, ketika diteliti kembali para gurunya justru terpapar Covid-19.

“Ini ada contoh yang sudah siap tapi tidak jadi yaitu di Cimahi juga di Majalengka. Pas di swab guru gurunya ternyata positif, contoh Cimahi melaporkan dari 3.000 yang akan di tes baru 200-an yang di tes sudah ada 13 guru yang terpapar positif. Maka rencana Cimahi di zona hijaunya itu kita batalkan,” katanya.

“Inilah yang kami maksud, semua keputusan harus berdasarkan parameter yang terukur. Pada saat keterukurannya gagal maka risiko itu kita berhentikan dan kita tidak izinkan. Tapi kepada yang masih mungkin saya kira kita akan monitor terus,” tandasnya.

(rmol/pojokjabar)

Loading...

loading...

Feeds