Pandemi Covid-19, Harga Jual Sayur di Kabupaten Bandung Barat Terjun Bebas

Petani sedang menyiram tanaman sayurannya.

Petani sedang menyiram tanaman sayurannya.


POJOKJABAR.com, CIPATAT – Petani sayuran di Kabupaten Bandung Barat (KBB) mengeluhkan harga jual yang turun drastis di tengkulak. Hal tersebut ditenggarai akibat turunnya pasar lantaran pandemi Covid-19 beberapa bulan terakhir.

Salah seorang petani sayur, Dase (43) menjelaskan, merugi karena harga sayur yang ditanam harganya sangat murah.

“Saya tanam mentimun tapi pas dijual ke kawasan Cibitung harganya hanya Rp1.500/kg,” katanya, Senin (31/8).

Jika harga normal, kata Dase, harga mentimun di pasaran bisa mencapai Rp3.000/ kilogram. Kondisi harga jual saat ini memaksa dirinya gigit jari.

“Apalagi jenis sayuran lain, tidak sedikit petani yang merugi hingga puluhan juta rupiah,” katanya.

Ia mengaku, bingung dengan kondisi saat ini. Hal itu lantaran modal untuk bertani kembali habis karena harga jual yang tak kunjung normal.

“Saya bingung harus bagaimana lagi, modal terus-terusan keuntungan pun tidak ada malahan rugi,” ucapnya.

Sementara itu, petani lain, Apung (57) mengungkapkan, baru merasakan harga jual yang sangat anjlok saat ini.

“Contohnya saja cabe keriting, sekarang hanya Rp 7000/kilogram. Jika harga normal bisa mencapai Rp40.000 lebih/kg,” imbuhnya.

Ia berharap, pemerintah dapat memberikan solusi terhadap kondisi para petani di tengah pandemi COVID-19.

“Kita berharap ada bantuan dari Pemda Bandung Barat baik bantuan pupuk maupun mendorong harga kembali normal,” harapnya.

(kro/bie/pojokjabar)

Daftar untuk Tonton Launching Motor Honda New PCX Klik Disini
Loading...

loading...

Feeds