DPRD Jabar Ungkap Sebab Kendala Pengerjaan Tol Cisumdawu

Terowongan Tol Cisumdawu di wilayah Pamulihan mulai dibuka sebagai jalur alternatif arus mudik.

Terowongan Tol Cisumdawu di wilayah Pamulihan mulai dibuka sebagai jalur alternatif arus mudik.


POJOKJABAR.com, BANDUNG– Bukan karena pandemi Covid-19 saja, proses pengerjaan jalan tol Cileunyi-Sumedang-Dawuan (Cisumdawu) saat ini terkendala pembebasan lahan.

Anggota Komisi IV DPRD Jabar, Daddy Rohanady mengatakan, saat ini pengerjaannya masih proses jalan layang di Cileunyi, sampai hari belum selesai. Hal itu dibuktikannya dengan kemacetan yang terjadi di perempatan Cileunyi.

Ia memaparkan mengenai tahapan proyek pembangunan tol Cisumdawu. Tahapan itu dibagi menjadi dua, tahap satu sampai ke Cimalaka, Sumedang, lalu tahap kedua dari Sumedang sampai ke Dawuan. Tahap satu terdapat fase satu sampai tiga, lalu tahap dua dari fase empat sampai fase enam.

“Dan sampai hari ini agak lumayan pengerjaannya, sekali lagi agak lumayan untuk tahap satu, karena kan putus-putus itu. Kalau itu terealisasi saja sampai keluar di Cimalaka itu bisa kita pakai,” kata Daddy, Selasa (18/8).

Pihaknya saat ini sedang menanyakan kepada pengelola terkait lahan yang belum mulai dikerjakaan karena belum ada pembebasan lahan. Pihak kontraktor lanjut dia, akan mulai mengerjakan tahap dua dari arah tol Cipali.

“Jadi ditarik dari ujung dari fase 6 tahap 2, ini baru nanti ketemu di Cimalaka lagi,” jelasnya.

Ia menjelaskan, molornya pengerjaan tol Cisumdawu bukan karena Covid-19 karena pengerjaannya memang lambat. Pada tahap satu ketika pihaknya sempat menui kendala mengenai lahan di IPDN.

“Lahan kan harusnya clean and clear, baru pemborong berani melakukan pekerjaan tanpa itu mereka tidak berani melakukan pekerjaan,” ujarnya.

“Bisa dipahami di satu sisi, tapi di sisi lain berarti kan urusannya sekali lagi pembangunan jalan tol selalu bermasalah dengan urusan lahan,” pungkasnya.

(rmol/pojokjabar)

Daftar untuk Tonton Launching Motor Honda New PCX Klik Disini
Loading...

loading...

Feeds