PT Pindad Fokus Selesaikan Pesanan Kemhan, Pindad Saat Ini Belum Buka Pemesanan Maung Versi Sipil

Maung

Maung


POJOKJABAR.com, Bandung – PT Pindad saat ini belum membuka pemesanan Maung untuk versi sipil dikarenakan fokus untuk menyelesaikan Kendaraan Taktis Ringan Maung versi militer terlebih dahulu untuk memenuhi pesanan Kementerian Pertahanan.

Adapun untuk adanya informasi yang beredar saat ini bahwa Pindad sudah membuka pemesanan untuk versi sipil adalah tidak benar. Pindad baru akan membuka pemesanan Maung versi sipil nanti setelah memenuhi pesanan tipe militer.

Hal ini sejalan dengan statement Direktur Utama PT Pindad (Persero), Abraham Mose di berbagai media bahwa Pindad fokus memenuhi pesanan tipe militer terlebih dahulu.

“Kita masih konsentrasi atau fokus untuk produksi yang military type untuk mendukung tugas pokok dan operasi di lapangan. Kita masuk civilian type itu nanti setelah military type,” jelas Abraham, Sabtu (15/8).

Sementara itu Wakil Sementara Sekretaris Perusahaan, Kaka T Rohana menjelaskan terkait viralnya pemberitaan mengenai Maung saat ini.

“Sebelumnya kami mengapresiasi atensi dari rekan-rekan media maupun dari berbagai kalangan masyarakat yang berminat memesan Maung tipe sipil. Viralnya pemberitaan Maung ini terutama setelah Menhan mencoba langsung performanya di Sentul beberapa waktu lalu dan mengeluarkan statement untuk memesan ke Pindad,” ujar Kaka.

Kaka juga menjelaskan bahwa dari viralnya pemberitaan terkait Maung juga terdapat beberapa yang tidak akurat dan tidak melakukan konfirmasi terlebih dahulu kepada perusahaan. Contohnya yaitu Maung versi sipil sudah bisa dipesan melalui website perusahaan.

Hal ini kurang tepat karena yang dikutip dari website www.pindad.com tentang prosedur pemesanan produk industrial adalah untuk produk eksisting yang memang sudah dijual seperti berbagai produk alat berat, peralatan industry dan jasa, infrastruktur perhubungan serta layanan pertambangan. Pemesanan Maung versi sipil nantinya akan diinformasikan melalui rilis resmi perusahaan.

Saat ini Maung sedang dalam proses pembuatan first article atau produk pertama yang nantinya akan melalui proses sertifikasi terlebih dahulu dengan Badan Kelaikan di Kementerian Pertahanan. Setelah lulus sertifikasi baru memasuki proses produksi massal tentunya untuk memenuhi kebutuhan militer terlebih dahulu.

“Kronologi Pengembangan Maung
Latar belakang Maung diawali sejak tahun 2018 dari inisiatif Komandan Pusat Persenjataan Infanteri (Danpussenif) saat itu, Mayjend TNI Surowahadi kepada Pindad dan tim Desain MSA untuk mengembangkan kendaraan khusus infanteri yang bisa digunakan oleh pasukan untuk operasi, patroli dan menunjang kegiatan harian. Kendaraan ini dirancang sebagai kendaraan standard operasional mereka untuk melalui berbagai medan tempur yang sulit dilalui baik di jalan umum maupun off road,” jelasnya.

Syarat taktis dan requirement yang disampaikan infanteri dijawab dengan konsep yang dikembangkan melalui litbang mandiri PT MSA dengan staff pindad sebagai TA untuk industrialisasinya, karena harapan infanteri kendaraan ini akan diproduksi di Pindad.

Dari situ infanteri mengajukan prolosal litbang ke TNI untuk pengembangan

“kendaraan ringan taktis 4×4” yang dilakukan oleh tim litbang Pussenif, PT MSA dan Pindad sebagai konsultan industrialisasi. Konsep Prototype dikerjakan oleh MSA dan dibuat workshop FAD works cimahi dengan Pindad sebagai konsultan industrialisasi.

Kendaraan ringan taktis Maung dirancang untuk memenuhi kebutuhan penggunanya.

“Maung memiliki 150 HP, harus bisa melewati genangan air minimal 70 cm, mampu menanjak hingga tanjakan 30°, jalan miring dan mampu menempuh jarak hingga 600 km,” pungkasnya.

(arf/pojokjabar)

Loading...

loading...

Feeds