Nasabah Kembali Datangi Kantor Minna Padi Aset Manajemen untuk Kembali Tagih Dananya

Nasabah Kembali Datangi Kantor Minna Padi Aset Untuk Kembali Tagih Dananya

Nasabah Kembali Datangi Kantor Minna Padi Aset Untuk Kembali Tagih Dananya


Pihaknya akan kembali mendatangi kantor Minna Padi Aset kembali besok.

“Kami minta ojk fair, bantu nasabah kami. Kami akan berencana melaporkan secara perdata dan pidana, ” jelasnya.

Informasi yang dihimpun, bahwa pembekuan oleh OJK karena nasabah dirugikan akibat investasi kembali terjadi. Tak tanggung-tanggung, sekitar 6.000 nasabah jadi korban. Total aset mereka ditaksir senilai Rp 6,6 triliun nyangkut entah di mana.

Kejadian tersebut bermula dari pembubaran atau likuidasi 6 reksa dana milik PT Minna Padi Aset Manajemen (MPAM).

Instrumen investasi milik anak usaha PT Minna Padi Investama Sekuritas Tbk (PADI) tersebut dinilai Otoritas Jasa Keuangan (OJK) tidak wajar dan melanggar ketentuan investasi. Disebutkan, Minna Padi menawarkan reksa dana dengan imbal hasil pasti (fixed return) atau fixed rate (bunga tetap). Sementara dalam investasi seperti reksa dana, selalu ada fluktuasi, tidak ada bunga tetap atau imbal hasil pasti.

Enam produk reksa dana yang dibubarkan itu adalah RD Minna Padi Pringgondani Saham, RD Minna Padi Pasopati Saham, dan RD Syariah Minna Padi Amanah Saham Syariah.

Reksa dana lain yang juga harus dibubarkan berdasarkan surat OJK bernomor S-1442/PM.21/2019 itu adalah RD Minna Padi Hastinapura Saham, RD Minna Padi Property Plus, dan RD Minna Padi Keraton II. Empat nama pertama adalah reksa dana saham dan sisanya adalah reksa dana campuran.

Beberapa alasan yang menjadi dasar antara lain, OJK menemukan dua reksa dana saham yakni RD Minna Padi Pasopati Saham dan RD Minna Padi Pringgondani menjanjikan imbal hasilpasti (fixed return) masing-masing 11 persen antara waktu 6 bulan-12 bulan.

Atas dasar itu, OJK mengambil tindakan dengan membubarkan 6 reksa dana Minna Padi tanpa ada pemberitahuan ke nasabah.

(arf/pojokjabar)

Loading...

loading...

Feeds