Ini Kata Dukun Soal Keberadaan TKW Asal Indramayu Terjebak Perang Suriah

Keluarga dari TKW asal Indramayu yang hilang di Suriah (ist)

Keluarga dari TKW asal Indramayu yang hilang di Suriah (ist)


POJOKJABAR.com, INDRAMAYU –- Keberadaan TKW asal Kabupaten Indramayu, Suniroh (35), yang terjebak perang di Suriah, sempat diterawang dukun atau orang pintar. Apa kata dukun itu?

Teka-teki hilangnya Suniroh, TKW asal Desa Sukareja Kecamatan Balongan Kabupaten Indramayu, hingga kini masih misteri.

Sudah hampir 10 tahun keberadaan Suniroh yang dikabarkan berada di Suriah, belum diketahui nasibnya.

Adalah Sayati (38), tetangga Suniroh, orang pertama yang menerima kabar terakhir tentang TKW malang tersebut.

Sekira tahun 2012 lalu, Sayati dihubungi Suniroh lewat telepon. Dalam percakapan singkat, Sayati menangkap suara ketakutan Suniroh.

“Tidak jelas bicara apa karena pelan banget. Yang saya dengar bahwa dia sedang bersembunyi di bawah tanah (bunker) karena sedang ada perang, “ tutur Sayati, Rabu (5/8).

Sebelum menutup telepon, Suniroh sempat terdengar menangis dan menyatakan ingin pulang ke Indonesia. Sampai di situ percakapan keduanya terputus.

“Badan rasanya lemas mendengar Unyil (panggilan akrab Suniroh di lingkungannya) sedang terjebak di tengah peperangan,” ujar Sayati.

Anak semata wayang Suniroh, Eri Andika (17), masih berharap agar ibunya bisa kembali.

Namun ia mengaku pasrah jika terjadi kemungkinan terburuk pada nasib ibunya.

“Saudara dan tetangga banyak yang membantu mencari tahu keberadaan ibu,” jelasnya.

“Malah ada juga yang bertanya ke orang pintar (dukun). Lalu kata dukun, lebaran kemarin akan pulang,” kata Eri.

Namun faktanya, ucapan dukun atau orang pintar ini tak terbukti. Hingga kini, ibu kandungnya tak juga pulang dari Suriah.

Saat ditinggal ibunya tahun 2011 lalu, Eri masih berumur 6 tahun.

Ia tinggal bersama kakek dan neneknya (orang tua Suniroh).

Namun kakek dan nenek Eri sudah meninggal , salah satun penyebabnya karena terus memikirkan Suniroh.

“Sekarang saya tinggal bersama paman. Kondisi ekonominya juga pas-pasan. Hanya makan seadanya, “ terang Eri.

Diberitakan sebelumnya, Suniroh binti Warda telah 10 tahun ditengarai berada di Suriah, salah satu negara di timur tengah yang dilanda perang saudara berkepanjangan.

Keluarga meyakini Suniroh terjebak dalam pusaran perang antara Pemerintah Suriah dengan kelompok ISIS.

Keberangkatan Suniroh ke luar negeri sejak tahun 2011 sama sekali tak diketahui pihak keluarga.

Namun dari informasi yang didapat, Suniroh berangkat ke Suriah melalui jasa seorang sponsor tenaga kerja asal Kecamatan Jatibarang Kabupaten Indramayu.

Tapi setelah ditelusuri, sponsor tersebut tidak ditemukan. Keluarga juga sama sekali tidak punya nomor kontak sponsor dan majikan.

(arf/pojokjabar)

Loading...

loading...

Feeds