Jumlah Pelancong Meningkat, Polres Cimahi Imbau Warga Terapkan Protokol Kesehatan

Antrean kendaraan di Jalur wisata Lembang, Kabupaten Bandung Barat.

Antrean kendaraan di Jalur wisata Lembang, Kabupaten Bandung Barat.


POJOKJABAR.com, LEMBANG – Arus lalu lintas di wilayah Lembang Kabupaten Bandung Barat mulai padat. Sejak tiga hari lalu, peningkatan volume kendaraan hingga lonjakan pengunjung nampak di sejumlah area objek wisata.

Kapolres Cimahi AKBP Yoris Maulana Yusuf Marzuki mengatakan, di kawasan wisata Lembang memang terjadi peningkatan volume kendaraan sekitar 40 persen dibanding hari biasa. Meski begitu, kepadatan ini masih dalam kategori normal.

“Peningkatan volume kendaraan itu terjadi disaat libur hari raya idul adha. Kita sudah lakukan penebalan anggota baik dari polsek jajaran serta polres. Selain melakukan penebalan personel untuk pengamanan lalu lintas, lanjut Yoris, pihaknya pun melakukan pengecekan kepada masyarakat agar tetap menerapkan protokol kesehatan seperti menggunakan masker dan lainnya.

“Kami imbau semua pengguna jalan raya tetap mematuhi aturan lalu lintas dan anggota yang bertugas di lapangan. Utamakan keselamatan,” jelasnya.

Meski terjadi lonjakan baik volume kendaraan hingga pengunjung, bagi pengelola objek wisata khususnya yang berlokasi di Kecamatan Lembang, hal tersebut tidak berpengaruh terhadap perputaran ekonomi usahanya.

Menurut Pengelola The Great Asia Afrika, Perry Tristianto, semenjak usahanya ditutup semasa pandemi corona, harapan untuk memulihkan pendapatan pun kian menipis. Hingga sekarang pihaknya belum mampu mengembalikan kondisi ekonomi di bidang usahanya tersebut.

“Normalnya, sebelum pandemi Covid-19 jumlah pengunjung bisa mencapai 10 ribu orang. Namun di hari ini paling hanya 4 ribu orang. Kita pikir wisata akan kembali normal seperti biasa, ternyata meleset,” kata Perry, Minggu (2/8/2020).

Diakuinya, jumlah pengunjung di hari biasa pun turut anjlok hingga 300-400 orang per hari. Padahal pihaknya optimis pengunjung bisa mencapai target 50 persen dari kapasitas, meski tarif masuk dinaikan untuk membatasi jumlah pengunjung.

“Semenjak kembali dibuka Juni lalu, ternyata pengelola malah kesulitan,” ujarnya.

Untuk menormalkan kembali jumlah pengunjung, pihaknya berencana akan mengembalikan harga tiket masuk yang semula Rp65 ribu menjadi Rp50 ribu seperti sebelum pandemi Covid-19.

“Makanya mulai hari ini kami akan turunkan lagi harga tiket masukya,” ucapnya.

(RBD/kro/pojokjabar)

Daftar untuk Tonton Launching Motor Honda New PCX Klik Disini
Loading...

loading...

Feeds