2 Hari Terakhir, Kasus Positif Covid-19 di Jabar Terlapor di Bawah Angka 100

Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil saat memantau Taman safari Indonesia (TSI) Cisarua, Kabupaten Bogor, Jumat (26/6/2020)./Foto: RB

Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil saat memantau Taman safari Indonesia (TSI) Cisarua, Kabupaten Bogor, Jumat (26/6/2020)./Foto: RB


POJOKJABAR.com, BANDUNG– Situasi di wilayah Jabar sejak sepekan terakhir banyak kabar yang kurang menggembirakan. Tapi di sisi lain, banyak juga berita yang konsisten dalam hal-hal yang sifatnya membaik.

Demikian disebut Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil.

Ia mencotohkan, sejak dua hari terakhir pelaporan kasus positif Covid-19 di Jawa Barat sudah di bawah angka 100 kembali.

“Selama 2 hari terakhir laporan kasus sudah dibawah 100 lagi sebagai pola yang sudah kita pahami. Sehingga lonjakan yang pernah 900 ratus (Secapa AD) itu memang anomali itu sudah kita lewati,” ucap Emil, sapaan akrabnya, di Makodam III Siliwangi, Kota Bandung, Senin (13/7).

“Dan kabar dari Panglima yang dites kembali dan sembuh juga itu banyak. Nanti kita update di minggu depan,” tambahnya.

Menurutnya, kenaikan kasus di Secapa AD membuat angka reproduksi Covid-19 di Jabar kembali menyentuh angka 1,73.

“Angka reproduksi kita di dua minggu terakhir jadi kurang baik di angka 1,73. Ini pertama kali Jabar angka reproduksi Covid-19 yang rata-rata di bawah 1 sekarang melewati angka 1,” ungkapnya.

“Tapi dengan berita 2 hari terakhir dimana kasusnya kembali ke pola yang kita pahami tentunya angka reproduksi Covid-19 kita insya allah bisa kita kendalikan lagi menjadi di bawah 1,” sambungnya.

Untuk itu, pihaknya akan mengganti level kewaspadaan provinsi dengan level kewaspadaan gugus tugas nasional.

“Minggu ini akan ada proses transfer dari level kewaspadaan provinsi akan menggunakan level kewaspadaan gugus tugas penanggulangan nasional. Jadi yang tadinya hitam, merah, kuning, biru, hijau akan bergeser ditranslansi menjadi merah, orange, kuning, hijau,” jelasnya.

“Sehingga hari ini belum ada pengumuman status yang terakit dengan level kewaspadaan karena sedang mengadakan proses translansi,” tandasnya.

(rmol/pojokjabar)

Loading...

loading...

Feeds