2 Gadis Cantik Bandung Dijadikan Fantasi Seks Liar, Berakhir di Kantor Polisi

Dua gadis cantik asal Bandung saat membuat laporan ke polisi (arf)

Dua gadis cantik asal Bandung saat membuat laporan ke polisi (arf)


POJOKJABAR.com, BANDUNG — Polrestabes Bandung menerima laporan dugaan pemerkosaan dan penganiayaan kepada dua gadis Cantik di Bandung. Kedua korban juga dijadikan fantasi seks liar pelaku.

Laporan tersebut dilaporkan oleh pengacara kondang Sunan Kalijaga beserta Rohman Hidayat, Minggu (12/7) kemarin ke Polrestabes Bandung.

Rohman Hidayat, saat dikonfirmasi mengenai pelaporan terhadap seorang pria yang melakukan dugaan pemerkosaan dan penganiayaan membenarkan hal tersebut.

“Kita sudah membuat laporan terkait perbuatan yang dilakukan pelaku yang dilakukan 22 April lalu, terlapor inisial DC. Dugaannya Pasal 285 dan 286 sementara ini,” kata kuasa hukum korban, Rohman Hidayat, Senin (13/7).

Rohman menuturkan lelaki itu diduga melakukan pencabulan terhadap kliennya.

“Jadi tak hanya mencabuli, korban juga mengalami penganiayaan yang dilakukan oleh terduga pelaku. Ada beberapa tindakan cabul,” jelasnya.

Kedua korban, menurut Rohman dipaksa mengikuti fantasi pria tersebut.

“Jadi korban dipaksa mengikuti kehendak si pelaku dan ada ancaman. Kemudian diberi obat dan dibuat mabuk terlebih dahulu. Dan korban tahu setelah sadar,” jelasnya.

Dari keterangan kedua korban, dia sangat menyayangkan bahwa modus operandi dan motif ini bisa dikatakan luar biasa. Karena ada beberapa rangkaian-rangkaian yang disiapkan secara matang.

“DC ini secara spontan dan sudah merencanakan, karena DC melakukan hal-hal yang tidak pantas dilakukan, sehingga ada ketakutan dan traumatik yang dialami oleh adik-adik kita ini,”jelasnya.

Selain itu, korban dianiaya dan diancam pelaku jika foto dan video syur korban akan disebarluaskan jika korban tidak menurut kepada terlapor.

“Bisa didengar bahwa ada ancaman, kekerasan, ada ancaman foto atau video yang tidak pantas,” jelasnya.

“Lalu juga ada dengan memaksakan mereka untuk menelan obat yang sampai saat ini kami juga belum mengetahui obat tersebut obat apa dan untuk apa,” jelasnya.

Selain ancaman, fantasi seks pelaku kepada dua gadis juga cukup membuat trauma.

“Ini para korban dijadikan mainan atau fantasi seks dia, dengan menato tubuh dua gadis ini,” terangnya.

Tato itu bertuliskan nama DC pada salah satu lengan korban. Selain itu, ada gambar tato lainnya pada punggung dan leher korban.

“Yang tadinya tidak ada tato dibikin tato, gambar juga dia pilih dan dia pilih posisi harus di mana di leher, di punggung, ini cukup menjadi perhatian dan luar biasa perlakuan DC ini,” pungkasnya.

Kapolrestabes Bandung Kombes Pol Ulung Sampurna Jaya, saat dikonfirmasi membenarkan perihal adanya laporan tersebut.

“Iya, laporannya kita terima,” jelasnya, Senin (13/7).

 

(arf/pojokjabar)

Loading...

loading...

Feeds