Diterima Pemkot Bandung, Perwakilan Driver Ojol Berharap Pemkot Segera Putuskan Layanan Penumpang Boleh

Demo driver ojol di Bandung, Senin (13/7/2020)./Foto: Arief

Demo driver ojol di Bandung, Senin (13/7/2020)./Foto: Arief


POJOKJABAR.com, BANDUNG– Sejak tidak diberlakukan layanan transportasi online untuk angkutan penumpang pada pada masa pandemi covid 19, kondisi ekonomi driver online pada umumnya, termasuk ribuan yang tergabung dalam Driver Online Jawa Barat Bersatu (DOJB) sangat memprihatinkan.

Banyak kejadian miris yang dialami driver online yang terpantau, misalnya ada18 orang diusir karena tidak mampu bayar kontrakan. Banyak kejadian memprihatinkan lainnya yang tidak terpantau DOJB.

Kordinator Aksi, Dani mengatakan bahwa DOJB terus konsisten memperjuangkan aspirasi driver online.

“Terkait layanan angkutan penumpang sebelumnya pihak DOJB telah menyampaikan aspirasi dan melakukan dialog dengan ketua DPRD Kota Bandung dan Dishub Kota Bandung di Gedung DPRD Kota Bandung. Hasilnya ketua DPRD berjanji akan mengkomunikasikan aspirasi DOJB ke pihak Pemkot,” jelasnya.

Ironinya kendati sudah ada lampu hijau dari pemkot soal beroperasinya kembali layanan angkuta penumpang dan kesiapan aplikator untuk menerapkan standar covid 19 bagi driver online, hingga hari ini layanan angkutan penumpang belum direalisasikan.

Berdasarkan hal tersebut diatas kami DOJB menyampaikan kepada Pemkot Bandung sebagai pengambil kebijakan, sekaligus orang tua kami, tuntutan sebagai berikut :

1. Pemkot Bandung memutuskan kepastian waktu beroperasinya layanan angkutan penumpang.

2. Memberikan layanan gratis rapid test dan surat keterangan bebas covid 19 atau meniadakan rapid test keoada driver online sebagai syarat beroperasinya kembali layanan angkutan penumpang.

3. Mendesak pihak aplikator untuk menghapus berbagai kebijakan yang merugikan driver online.

4. Pemkot bertindak adil terhadap driver online, karena DOJB menilai layanan transportasi lainnya, seperti angkutan umum lainya (angkot, bus umum dll) bisa beroperasional dalam masa pandemi tanpa covid 19 tanpa persyaratan yang ketat.

5. Pemkot memberikan layanan kesehatan gratis apabila ada driver online yang positif terpapar covid 19.

6. Mendesak aplikator untuk memberikan santunan terhadap keluarga (istri dan anak) dari driver online yang positif terpapar covid 19.

Driver online siap menerapkan protovol copid 19 saat layanan angkutan penumpang diberlakukan.

Perlu kami sampaikan driver online merupakan bagian dari elemen yang turut menggerakan kegiatan ekonomi di kota Bandung.

“Untuk itu besar harapan kami, bila layanan angkutan penumpang sebagai andalan pendapatan driver online dapat menstimulasi kegiatan ekonomi kota Bandung di masa pandemi,” jelasnya.

(arf/pojokjabar)

Loading...

loading...

Feeds