Polisi Selidiki Kasus 2 Gadis di Bandung, Tubuhnya Jadi Mainan Seks

Ilustrasi tato di punggung (sumber: boredpanda)./Foto: Istimewa

Ilustrasi tato di punggung (sumber: boredpanda)./Foto: Istimewa


POJOKJABAR.com– Pihak kepolisian mengaku akan memproses lebih lanjut bila dalam penyelidikan kasus dugaan pencabulan dan penganiayaan oleh seorang pria asal Kota Bandung berinisial DC.

Hal itu akan dilakukan jika terbukti terlapor melakukan tindak pidana.

“Kita akan periksa keterangan. (Jika) memenuhi unsur, kita proses penyidikan,” ujar Kapolrestabes Bandung Kombes Ulung Sampurna Jaya, Minggu (12/7/2020).

Tambahnya, pihaknya kini sudah menerima laporan terkait dugaan pencabulan oleh seorang pria berinisial DC tersebut.

Polisi tengah menyelidiki laporan tersebut.

“Iya, laporannya kita terima,” ucap Ulung, dilansir dari detikcom.

Menurutnya, atas laporan tersebut, pihaknya akan memulai penyelidikan.

Pihaknya kini tengah mendalami guna penyelidikan lebih lanjut.

“Kita selidiki untuk menangkap pelaku,” katanya.

Untuk diketahui, sebanyak dua gadis diduga menjadi korban pencabulan dan penganiayaan oleh seorang pria asal Kota Bandung berinisial DC.

Korban melaporkan DC ke Unit PPA Satreskrim Polrestabes Bandung didampingi pengacara Sunan Kalijaga dan tim pengacara Rohman Hidayat, Sabtu (11/7) malam.

Menurut Sunan, selain menjadi korban pencabulan dan penganiayaan, kedua korban dijadikan korban fantasi seks oleh pelaku dengan cara membuat tato pada tubuh korban.

“Ini para korban dijadikan mainan atau fatansi dia,” katanya.’

Tato itu ditulis dengan nama DC di salah satu lengan korban.

Ada pula gambar tato lainnya pada punggung dan leher korban.

“Yang tadinya tidak ada tato dibikin tato, gambar juga dia pilih dan dia pilih posisi harus di mana di leher, di punggung. Jadi betul-betul luar biasa,” jelasnya.

Menurutnya, tato itu menjadi salah satu alat bukti yang bisa menguatkan bukti kepada pihak kepolisian.

“Namun, itulah namanya kejantanan, tidak ada kejahatan yang sempurna sehingga tato-tato yang dipaksakan pada para korban itu menjadi satu bukti petunjuk bahwa adanya peristiwa tersebut,” pungkasnya.

(mar/pojokjabar)

Loading...

loading...

Feeds