Saat Main di Depan Toko, Pegawai Toko Bangunan Ini Cabuli Anak Dibawah Umur


POJOKJABAR.com, Bandung – Pegawa toko matrial, melakukan aksi pencabulan terhadap seorang anak perempuan. Kejadia pencabulan terjadi pada Rabu, (08/7/2020) lalu.

Kabid Humas Polda Jabar, Kombes Pol Saptono Erlangga menjelaskan kronologis pengungkapan kasus pencabulan di wilayah Kota Banjar, berawal saat korban yang sedang bermain didepan toko matrial, tempat pelaku bekerja.

“Aksi perbuatan cabul terhadap anak di Toko Matrial Wanajaya, ketika korban JTU sedang bermain di Toko Matrial tersebut. Kemudian pelaku EN membawa korban menaiki cator keliling Banjar dan kembali lagi ke Toko Material,” jelasnya, Sabtu (11/7).

Selanjutnya terlapor melakukan perbuatan cabul dengan cara memasukan jari tangan terlapor ke dalam lubang kemaluan milik korban.

“Kemudian pada jam 16.15 Wib, ketika Sdri. EY memandikan korban, ketika korban sedang kencing merasakan sakit di bagian kemaluannya dan Sdri. EY melihat ada bercak darah di celana korban,” jelasnya.

Kemudian Sdri. EY memberitahukan ke Sdr. EO selanjutnya pada jam 19.00 Wib korban dibawa ke IGD RSUD Kota Banjar untuk diperiksa namun dari pihak IGD mengarahkan agar dilakukan visum terhadap korban.

Dalam kasus pencabulan terhadap anak dibawah umur ini, Barang Bukti yang berhasil diamankan yaitu pakaian korban berupa 1 (satu) potong Mini Dress warna putih dan biru motif bunga bertuliskan “smile and the world smiles with you”, 1 (satu) potong rompi warna biru merk CARROTS KIDS ukuran No. 4 dan 1 (satu) potong celana dalam warna hijau muda tanpa Merk.

“Tersangka bernama RS Alias EN umur 53 tahun, diamankan dikediamannya di Banjar, dan mengakui perbuatan cabul terhadap koban JTU, yang masih berumur 6 tahun,” paparnya.

Atas perbuatan tersangka RS, ditetapkan Pasal Pasal 82 ayat (1) Jo Pasal 76E UU RI No 35 Tahun 2014 tentang Perubahan Atas UU RI No 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak, sebagaimana diubah dengan UU RI No 17 Tahun 2016 tentang Penetapan Peraturan Pengganti UU No 1 Tahun 2016 tentang Perubahan kedua atas UU No 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak menjadi UU Jo Pasal 65 KUHPidana.

“Ancaman hukuman penjara maksimal diatas 5 tahun penjara,” pungksnya.

(arf/pojokjabar)

Loading...

loading...

Feeds