Emil Ungkap Beberapa Kesepakatan dengan Walkot Bandung

Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil. (ist)

Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil. (ist)


POJOKJABAR.com, BANDUNG– Wali Kota Bandung Oded M Danial diminta melaksanakan tes masif bagi warga di sekitar institusi pendidikan kenegaraan di Bandung setelah menjadi klaster penularan Covid-19.

Demikian permintaan Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanggulangan Covid-19 Jawa Barat, Ridwan Kamil.

“Kami sepakat dengan Pak Wali Kota Bandung. Pertama, pengetesan masif di lingkungan sekitar itu wajib, bukan pilihan. Karena di Sukabumi dulu, pelajarannya, tersebar juga ke wilayah sekitarnya, sehingga itu akan dilakukan Pak Wali Kota secepatnya,” ucap Emil, sapaan akrabnya, di Gedung Pakuan, Kota Bandung, Jumat (10/7).

 

Tak hanya itu, Emil juga meminta kawasan wilayah Hegarmanah menerapkan skema Pembatasan Sosial Berskala Mikro (PSBM).

“Saya sarankan di kawasan itu dan sekitarnya dilakukan PSBM secara ketat, yaitu Pembatasan Sosial Berskala Mikro. Jadi, jalan-jalan masuk akan ditutup, nanti yang boleh masuk hanya penghuni, kegiatan tersier dan sekunder itu selama 14 hari saya minta ditutup dulu untuk memastikan tidak ada kebocoran,” katanya.

Diakui Emil, pihaknya sudah berkoordinasi dengan Panglima TNI bahwa klaster institusi pendidikan kenegaraan akan ditangani langsung oleh TNI AD. Maka, gugus tugas provinsi dan kota akan memfokuskan pelacakan dan tes masif di sekitar institusi tersebut.

 

“Saya juga sudah lapor ke Panglima TNI dan Pak Doni Monardo dan sudah disepakati bahwa puluhan sekolah-sekolah vertikal itu akan dites masif untuk memastikan bahwa hal-hal seperti ini tidak terulang lagi,” tandasnya.

(rmol/pojokjabar)

Loading...

loading...

Feeds