Ridwan Kamil Sebut Anomali, 1.262 Orang Secapa AD Positif Covid 19

Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil saat memantau Taman safari Indonesia (TSI) Cisarua, Kabupaten Bogor, Jumat (26/6/2020)./Foto: RB

Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil saat memantau Taman safari Indonesia (TSI) Cisarua, Kabupaten Bogor, Jumat (26/6/2020)./Foto: RB


POJOKJABAR.com, BANDUNG – Sebanyak 1.262 orang Secapa AD Bandung dinyatakan positif Covid-19. Gubernur Jabar Ridwan Kamil menyatakan ini kejadian luar biasa.

Dimana terjadi di institusi kenegaraan khususnya Secapa AD.

“Ini luar biasa, kami sebut anomali, bukan pola yang kita petakan secara rutin,” kata Ridwan Kamil, Jumat (10/7) di Gedung Sate Bandung.

“Maka setelah dilaporkan, maka kasus kasus besok hari hari besok akan menjadi balik kembali. Dan ini kembali angkanta dibawah 100 lagi sesuai keterkendalian sebelumnya,” jelasnya.

Baca Juga :

Ridwan Kamil Tegaskan Tak Boleh Sekolah Buka Meski Tahun Ajaran Baru

Langkah Pemprov Jabar saat ini, menurutnya melakukan tindakan cepat.

“Saat ini yang kami lakukan, akan mulai segera lakukan, kami menyadari dengan kerendahan hati, bahwa ini adalah dinamika, kadang-kadang tidak siap, kadang tidak paham,” jelasnya.

“Satu hal yang harus dipahami, Jabar ini penuh dengan institusi pendidikan vertikal. Langsung pengelolaannya di pusat,” jelasnya.

Dan ini pendidikan yang dikelola pusat, muridnya, siswanya datang dari sejumlah daerah Indonesia.

“Dalam situasi Covid ini, kedatangan siswa dari seluruh Indonesia di institusi vertikal harus diwaspadai dengan mendalam,” jelasnya.

Emil memohon maaf jika kejadian ini menjadi sumber dari lonjakan yang luar biasa.

“Tindak lanjutnya kami sudah bersepakat dengan pak wali, sebagai pembina gugus tugas kepada Kota Bandung, satu, pengetesan lingkukngan sekitar wajib hukumnya, tidak boleh menolak,” jelasnya.

“Itu akan dilakukan oleh pak wali secepatnya,” terangnya

Kedua, saya sarankan kawasan di Hegarmanah dilakukan PSBM secara ketat.

“Jadi jalan masuk akan ditutup. Yang boleh masuk hanya penghuni, yang kira kira sekunder tersier kegiatan. 14 hari ditutup dulu utnuk memastikan tidak ada kebocoran,” paparnya.

Kesepakatan dengan Panglima TNI, bahwa pengelolaan pandemi klaster disana akan dikelola secara mandiri oleh TNI AD.

“Jadi Pemprov hanya mengerjakan parimter di luar kompleks, tracing keluarga, testing kepada kontak di luar kompleks menjadi tanggung jawab pemprov dan pemkot,” jelasnya.

Dirinya juga sudah melaporkan ke Ketua BNPB Doni Monardo sudah disepakati bahwa, puluhan tempat pendidikan vertikal akan dites massal untuk memastikan bahwa peristiwa tidak ada lagi.

“Kita waspada, ada kejadian, kita bikin pola. Dulu pasar tidak dites, setelah ada pola, kita intesnifkan tes. terminal, pariwisata juga sama,” katanya.

“Sekarang masuk ke sekolah berasrama. Mudah mudahan ini menjadi informasi dan jabar bisa kembali terkendali,” pungkas Emil.

Sementara, Walikota Bandung Oded M Danial langsung memerintahkan Gugus Tugas Covid19 Kota Bandung, untuk melakukan tracing dan testing kepada masyarakat di luar komplek Secapa AD.

Saat ini menurut Oded pihaknya sudah melakukan kegiatan tracing.

“Saya belum bisa menjawab, saya akan rapatkan dengan gugus tugas, yang pasti secepatnya,” katanya.

“Kemarin juga sudah dilakukan pemetaan,” papar Oded di Gedung Sate Bandung saat jumpa pers bersama Gubernur Jabar Ridwan Kamil, Jumat (10/7).

 

(arf/pojokjabar)

Loading...

loading...

Feeds