Puluhan Orang Geruduk Kantor Minna Padi Jawa Barat

Puluhan orang geruduk Minna Padi Aset Manajemen Jawa Barat (foto arif)

Puluhan orang geruduk Minna Padi Aset Manajemen Jawa Barat (foto arif)


POJOKJABAR.com, BANDUNG — Puluhan nasabah mendatangi kantor cabang Minna Padi Aset Manajemen Jabar di Jalan Pasir Kaliki, Kota Bandung, Jumat (10/7/2020).

Mereka menuntut dana investasi yang disimpan di lembaga tersebut.

Perwakilan nasabah, Novianto (50) menjelaskan bahwa nasabah mendatangi kantor perwakilan Minna Padi Aset Manajemen untuk menagih kejelasan sisa dana investasi yang disimpan di lembaga tersebut.

“Kami mendatangi kantor Minna Padi Aset Manajemen karena perintah OJK (Otoritas Jasa Keuangan) tidak dipatuhi manajemen Minna Padi,” jelasnya.

“Dan kami tanya ke OJK, OJK diam saja, sehingga kami harus menunggu sampai kapan uang investasi kami kembali,” papar Novianto, didepan kantor itu, Jumat (10/7).

Novianto menambahkan, proses pembayaran kepada nasabah seharusnya selesai pada akhir Maret 2020.

“Ini kan dibekukan OJK bulan november 2019, lalu ada perintah dari OJK untuk pengembalian dana sampai 18 Mei 2020,” katanya.

“Namun sampai mei nasabah baru menerima 20 persen dari dana yang diinvestasikan,” papar Novianto.

Para nasabah yang hadir pada Jumat siang ini, berjumlah 30 orang.

“Mencapai 30 orang ya. Mereka rata-rata menginvestasikan dana dari Rp 500 juta yang saya tahu,” paparnya.

Dirinya berharap pemerintah turun tangan menyelesaikan permasalahan ini.

“Kami berharap pemerintah melalui DPR bisa turun tangan menangani masalah ini, karena nilainya mencapai 6 trilliun,” jelasnya.

Untuk di Jabar saja, ada 600 nasabah yang mengalami kerugian.

Pihak Mina Padi Aset Manajemen, Lukas menjelaskan bahwa proses ini sesuai dari perintah OJK. Perihal likuidasi sejak November 2019.

“Prosesnya masih menunggu dari OJK semuanya, ” jelasnya singkat.

Dalam aksinya, para nasabah memasang sejumlah spanduk didepan kantor Minna Padi Aset Manajemen.

Dalam aksi tersebut, tak ada pengamanan dari pihak kepolisian. Meski jarak kantor Polsek Cicendo berjarak hanya 100 meter dari kantor Minna Padi Aset Manajemen wilayah Jabar.

Informasi yang dihimpun, bahwa pembekuan oleh OJK karena nasabah dirugikan akibat investasi yang kembali terjadi.
Tak tanggung-tanggung, sekitar 6.000 nasabah jadi korban. Total aset mereka ditaksir senilai Rp 6,6 triliun nyangkut entah dimana.

Kejadian tersebut bermula dari pembubaran atau likuidasi 6 reksa dana milik PT Minna Padi Aset Manajemen (MPAM).

Instrumen investasi milik anak usaha PT Minna Padi Investama Sekuritas Tbk (PADI) tersebut dinilai Otoritas Jasa Keuangan (OJK) tidak wajar dan melanggar ketentuan investasi.

Atas dasar itu, OJK mengambil tindakan dengan membubarkan 6 reksa dana Minna Padi tanpa ada pemberitahuan ke nasabah.

 

(arf/pojokjabar)

Loading...

loading...

Feeds