Kasus DBD di Kota Cimahi Meningkat, Dua Orang Meninggal Dunia

Ilustrasi Penyakit DBD.

Ilustrasi Penyakit DBD.


POJOKJABAR.com, CIMAHI – Jumlah kasus penyakit Demam Berdarah Dangue (DBD) di kota Cimahi kembali meningkat. Berdasarkan data dari Dinkes Kota Cimahi hingga Juni 2020, tercatat sudah ada 263 orang yang terjangkit.

Kepala Seksi (Kasi) Pengendalian dan Pemberantasan Penyakit Menular Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Cimahi, Romi Abdurahkman mengatakan, akibat sengatan nyamuk aedes aegypti ini dua orang warga Kota Cimahi meninggal dunia.

“Korban dari kasus DBD ini, anak berusia tujuh dan delapan tahun di dua kelurahan berbeda. Pertama meninggal di bulan Mei, yang kedua di Juni 2020,” ungkap Romi.

Untuk itu, pihaknya meminta selain mewaspadai wabah Corona masyarakat juga diminta untuk mewaspadai penyakit DBD ini, sebab DBD sulit untuk diprediksi. Apalagi menurutnya, Kota Cimahi merupakan daerah endemis DBD, yang artinya selalu ada temuan setiap tahunnya.

“Karena memang Cimahi ini setiap tahunnya selalu ada temuan kasus DBD, jadi kita endemis,” jelasnya.

Ia menyebutkan Januari ada 55 kasus, Februari 59 kasus, Maret 42 kasus, April 40 kasus, Mei 18 kasus, dan Juni 49 orang.

“Mengingat masa penularan sih mestinya udah di curva turun,” ucapnya.

Untuk mengantisipasi DBD, kali ini pihaknya melakukan fogging di RW 02 Kelurahan Pasirkaliki, Kecamatan Cimahi Utara. pelaksanaan fogging akan disesuaikan dengan anjuran terkini seputar pencegahan Corona Virus Disease (Covid-19). Seperti menggunakan masker dan physical serta social distancing.

“Jika ada indikasi perluasan kasus, kita lakukan fogging di tempat-tempat yang terindikasi ada kasus untuk memberantas nyamuk DBD,” jelasnya.

Untuk mengatisipasi penyebaran DBD, masyarakat tetap harus menjalankan Gerakan satu Rumah satu Jumantik, yang bertugas untuk melakukan Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN) di rumahnya masing-masing.

“Bukan cuma rumah, tapi juga di halaman sekitar rumah. Soalnya saat ini kalau bukan kita sendiri (melakukan PSN), nggak akan ada yang meriksa. Jadi periksa jentik di rumah sendiri,” imbuhnya.

Jentik nyamuk biasanya berkembangbiak dalam genangan-genangan air. Menurutnya, jika masyarakat menjalankan PSN di rumahnya masing-masing, seperti tidak membiarkan adanya genangan air, kasus DBD pun bisa dicegah.

“Insya Allah kalau masyarakat menerapkan gerakan PSN, nggak akan terlalu melonjak,” tandasnya.

(RBD/bie/pojokjabar)

Loading...

loading...

Feeds