Pengelola THM Minta Syarat Rapid Test bagi Pengunjung Ditinjau Kembali

Ilustrasi THM. (ist)

Ilustrasi THM. (ist)


POJOKJABAR.com, BANDUNG– Sejumlah tempat hiburan, seperti tempat karaoke, menjadi tempat peninjauan Tim Gugus Tugas Covid-19 Kota Bandung.

Ketua Harian Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Kota Bandung, Ema Sumarna sempat meminta kepada para pengusaha hiburan malam untuk melakukan rapid test kepada setiap pengunjung yang datang.

Salah satu pengelola tempat karaoke meminta syarat tersebut dipertimbangkan kembali, mengingat budaya yang dimiliki pengunjung di Kota Bandung.

“Karena yang saya tahu untuk rapid test ini menunggu sampai 15 menit, apakah si tamu mau menunggu atau tidak?” ujar Direktur Utama Oxy Ekecutive Karaoke & Spa, Deni Maulana, kepada wartawan, Rabu (8/7).

Kendati demikian, Deni mengakui dengan adanya rapid test dapat memberi kenyamanan dan keamanan bagi tempat hiburan maupun pengunjung.

“Tapi kalau untuk rapid test bagi karyawan kami, itu kami sangat sambut baik juga. Karena mungkin H-1 apabila intruksi pembukaan itu sudah diberlakukan di Kota Bandung ini, kami akan lakukan rapid test seluruh karyawan kami,” tegasnya.

Lebih lanjut Deni meminta agar saran tersebut dipertimbangkan kembali dan dicarikan solusi lain agar tempat hiburan dapat tetap beroprasi dengan menerapkan protokol kesehatan Covid-19 lainnya.

Oxy sendiri menjadi salah satu tempat yang turut ditinjau kesiapannya dalam menerapkan protokol kesehatan. Deni mengaku pihaknya sudah menyiapkan serangkaian protokol kesehatan yang telah menjadi ketentuan.

“Kesiapan kami menjelang pembukaan ini otomatis semua instruksi protokol kesehatan yang sudah diinfokan oleh Pemkot Bandung melalui disbudpar sudah kami lakukan. Dari mulai tamu datang, diukur suhu tubuhnya, kami sudah melakukan pemetaan-pemetaan yang artinya semua tindakan kami ini berdasar kepada protokol kesehatan tentang social distancing,” paparnya.

Tak lupa tempat ini juga telah menyediakan ruangan isolasi dan bekerjasama dengan unit kesehatan wilayah, yakni Puskesmas Pasundan.

“Apabila nanti kami menemukan tamu kunjungan dan juga mungkin pegawai kami yang tiba-tiba sakit atau pingsan. Kami akan melakukan koordinasi dengan unit kesehatan setempat,” tandasnya.

(rmol/pojokjabar)

Loading...

loading...

Feeds