Polisi Libatkan 2 Saksi Ahli Kasus ‘Santri Calon Teroris’ Denny Siregar

Denny Siregar (ist)

Denny Siregar (ist)


POJOKJABAR.com, TASIKMALAYA— Polres Tasikmalaya Kota terus memproses laporan terhadap pegiat media sosial Denny Siregar yang menyebut santri calon teroris. Polisi tengah meminta keterangan dua saksi.

Kasatreskrim Polres Tasikmalaya Kota, AKP Yusuf Ruhiman saat dikonfirmasi membenarkan adanya pemeriksaan saksi.

“Satu saksi pelapor, dan yang kedua saksi yang disiapkan pihak pelapor,” terangnya, Senin (6/7).

Baca Juga :

Geradi : Denny Siregar Sudah Berulangkali Tak Diproses Polisi

Selain itu, penyidik juga akan meminta keterangan dari ahli.

“Kita siapkan ada dua ahli yang akan dimintai tanggapannya atas unggahan Denny Siregar yang berujung laporan polisi itu,” terangnya

“Saksi-saksi ahli tersebut berasal dari ahli bahasa dan pidana. Ada dua ahli yang kita libatkan,” jelasnya.

AKP Yusuf Ruhiman juga mengatakan bahwa saat ini penyidik masih mendalami laporan santri terhadap pegiat media sosial (medsos) Denny Siregar.

“Laporan masuk hari Minggu, kami sudah meminta keterangan kepada saksi pelapor,” paparnya, Senin (6/7).

Kasatreskrim menambahkan, bahwa hari ini rencananya dari pihak pelapor akan menghadirkan saksi.

“Hari ini pelapor menyiapkan saksi yang mengetahui kejadian itu. Dalam pelaporan ini total saksi berarti dua orang. Satu si pelapor. Dan yang kedua hari ini,” ujar Kasat Reskrim Polres Tasikmalaya Kota AKP Yusuf Ruhiman saat dihubungi, Senin (6/7/2020).

Yusuf mengaku belum bisa memastikan berapa jumlah saksi yang akan diperiksa. Sebab hal tersebut tergantung dari saksi yang diberikan oleh pelapor.

“Saksi lain belum ada konfirmasi datang atau enggak. Berapa saksi? Sebenarnya, pihak mereka soal jumlahnya kang, itu nanti tergantung saksi-saksi ada enggak orang lagi yang mengetahui,” jelasnya.

“Nanti berkembang biasa lah. Belum bisa di pastikan,” terangnya.

Seperti diketahui, pegiat media sosial Denny Siregar dilaporkan ke Polres Tasikmalaya atas dugaan tindak pidana penghinaan, pencemaran nama baik, dan perbuatan tidak menyenangkan penggunaan foto tanpa izin.

Denny dilaporkan atas posting-an di akun Facebook-nya pada 27 Juni 2020 berupa tulisan panjang berjudul ‘Adek2ku Calon Teroris yg Abang Sayang’.

Forum Mujahid Tasikmalaya selaku pelapor mempermasalahkan foto santri cilik Pondok Pesantren Tahfidz Daarul Ilmi, Kota Tasikmalaya, yang ada dalam posting-an tersebut.

 

(arf/pojokjabar)

Loading...

loading...

Feeds