Pemkot Bandung Minta Warga Beli Hewan Kurban Online

Pedagang sedang memberi makan hewan kurban yang akan dijual di kawasan Grand Depok City, Kecamatan Cilodong. (doc)

Pedagang sedang memberi makan hewan kurban yang akan dijual di kawasan Grand Depok City, Kecamatan Cilodong. (doc)


POJOKJABAR.com, BANDUNG — Dalam menyambut Idul Adha tahun ini, Pemkot Bandung menyiapkan penerapan protokol kesehatan proses penjualan hingga penyembelihan hewan kurban.

Kepala Dinas Pangan dan Pertanian Kota Bandung, Gin Gin Ginanjar menjelaskan bahwa proses persiapan protokol kesehatan melibatkan instansi terkait seperti Majelis Ulama Indonesia (MUI).

“Karena saat sekarang sudah pandemi, jadi ada masuk unsur protokol kesehatan di dalam prosedur mulai dari penjualan sampai nanti pada saat kurbannya,” kata Kepala Dinas Pemkot Bandung Gin Gin Ginanjar, Senin (6/7).

Protokol kesehatan yang dimaksud, menurut Gin Gin, dimulai dari proses penjualan hewan kurban yang mesti menyiapkan tempat cuci tangan bagi para pembeli.

“Jadi baik penjual maupun pembeli yang terlibat dalam proses transaksi mesti menggunakan masker,” terangnya.

Selain itu, lanjut Gin Gin, ada masukan dari MUI agar pembeli hewan kurban menitipkan uangnya melalui panitia penyelenggara sehingga mereka tidak harus mendatangi lokasi penjualan hewan kurban.

“Warga pun diimbau memaksimalkan pembelian hewan kurban secara online,” terangnya.

Sementara itu, berkaitan dengan proses penyembelihan, Gin Gin mengungkapkan, kemungkinan bakal dipusatkan di satu RW dan mendapatkan pengawasan dari dokter hewan.

“Kemudian penyembelihannya memang di satu tempat yang terpusat kemudian nanti diawasi oleh dokter hewan yang nanti rekomendasikan agar semua proses itu dilaksanakan dengan tertib dan menjaga kesehatan,” pungkasnya.

 

(arf/pojokjabar)

Loading...

loading...

Feeds