Jelang AKB, Penumpang Bus AKDP dan AKAP di Leuwi Panjang Alami Peningkatan

Sejumlah bus AKAP dan AKDP terparkir di kawasan Terminal Jatijajar, Kecamatan Tapos. Radar Depok

Sejumlah bus AKAP dan AKDP terparkir di kawasan Terminal Jatijajar, Kecamatan Tapos. Radar Depok


POJOKJABAR.com, BANDUNG– Sejumlah armada bus Antar Kota dalam Provinsi (AKDP) maupun Antar Kota Antar Provinsi (AKAP) yang berangkat dari Terminal Leuwi Panjang, Kota Bandung terus mengalami peningkatan.

Hal itu terjadi pasca kembali armada tersebut beroperasi melayani penumpang.

Kabid Manajemen Transportasi dan Parkir (MTP) Dishub Kota Bandung, Khairul Rizal mengatakan, sejak dibuka kembali 13 Juni lalu, kendaraan AKAP maupun AKDP yang diberangkatkan rata-rata mencapai 140 sampai 230 kendaraan/hari.

Sementara jumlah penumpang yang diberangkatkan sekitar 560 sampai 1500 orang/hari. “Sudah mulai ada peningkatan. Mungkin disebabkan dari kereta api yang belum aktif jadi masyarakat menggunakan bus,” tuturnya, ditemui di Balaikota Bandung, Selasa (30/6).

Sedangkan untuk kedatangan bus AKDP maupun AKAP yang tercatat yaitu 100 sampai 220 kendaraan/hari, dengan jumlah penumpang 800 sampai 2000 orang/hari. “Kita tidak ada penumpukan penumpang saat ini, semua terlayani dengan baik,” imbuhnya.

“Paling banyak ke Kalideres dan Merak,” tambahnya.

Namun meskipun sudah memasuki masa transisi Adaptasi Kebiasaan Baru (AKB) dan Kementerian Perhubungan telah memperbolehkan mengangkut penumpang 70% dari kapasitas bus, tetapi Kota Bandung hanya mengizinkan 50% dari kapasitas bus.

Selain itu untuk keamanan dalam bus, setiap penumpang maupun pengusaha angkutan wajib menerapkan protokol kesehatan dan pengusaha bus dianjurkan untuk mengangkut penumpang di dalam terminal untuk mencegah terjadinya klaster baru.

“Seyogyanya kita berharap semua penumpang masuk lewat terminal karena kita akan cek protokol kesehatannya di terapkan,” tuturnya.

“Tapi ini tidak menutup kemungkinan memang ada beberapa yang menaikan penumpang di luar terminal, tapi kami akan coba lakukan himbauan terus, kita berharap tidak jadi cluster baru di terminal,” tandasnya.

(rmol/pojokjabar)

Loading...

loading...

Feeds