Anggota DPRD Jabar Pemberi ‘Surat Sakti’ PPDB Hanya Dikenai Sanksi Lisan

Konferensi pers terkait Anggota DPRD Jabar pemberi surat rekomendasi PPDB online diberikan sanksi lisan (arf)

Konferensi pers terkait Anggota DPRD Jabar pemberi surat rekomendasi PPDB online diberikan sanksi lisan (arf)


POJOKJABAR.com, BANDUNG — Anggota DPRD Jabar Dadang Supriyatna yang mengeluarkan surat rekomendasi PPDB hanya diberi sanksi lisan oleh Badan Kehormatan (BK) DPRD Jabar.

Pemanggilan dilakukan sejak pukul 14.00 siang dan berakhir pukul 15.30 WIB, Badan Kehormatan DPRD Jabar memutuskan sanksi terhadap Anggota DPRD dari Fraksi Golkar tersebut.

Ketua BK DPRD Jabar, Hasbullah menjelaskan dari kronologis yang dijelaskan Dadang Supriatna, menyebutkan bahwa Dadang Supriatna diberi sanksi lisan.

“Dadang Supriatna komisi v sudah kami panggil, berkaitan dengan ppdb. Secara pribadi sudah minta maaf bahkan ke media pun sudah meminta maaf atas kesalahannya,” terang Hasbullah, Selasa (30/6).

Ditambahkan Hasbullah, bahwa Dadang Supriyatna memang menggunakan kop surat bodong.

“Kop surat resmi DPRD itu lengkap dengan alamat email dan semuanya. Ada logo dewan . Tapi bukan resmi ya yang dilakukan Dadang ini,” terangnya.

Atas kesalahannya ini. BK menilai sudah ada langkah baik minta maaf.

“Kami memutuskan teguran lisan dalam ruang paripurna sesuai tingkat kesalahan,” paparnya.

Dalam aturan BK DPRD Jabar, pelanggaran kode etik itu sanksinya ada lisan, tertulis.

“Jika selama 3 kali melanggar maka diumumkan di paripurna dengan tegas. Jika kesahan fatal bisa jadi dipindahkan dari AKD DPRD Jabar,” terangnya.

Sebelumnya, Badan Kehormatan DPRD Jabar memproses dua anggota DPRD Jabar yang melanggar etika.

Dalam pemanggilan oleh Badan Kehormatan, dua anggota DPRD Jabar yakni Rahmat Djati (PKB) dan Dadang Supriyatna (Golkar) berlangsung selama dua jam.

Ketua BK DPRD Jabar, Hasbullah mengatakan bahwa dua anggota ini kami mintai keterangan secara detail, dalam kasus yang ramai mencuat ke publik.

“Kami meminta keterangan kepada mereka berdua, dan mereka juga sudah mengakui perbuatannya,” jelas Hasbullah saat jumpa pers mengenai dua pelanggaran oleh dua Anggota DPRD Jabar, di ruang pansus (30/6).

Hasbullah menambahkan, sanksi kepada keduanya sudah diberikan sesuai kesalahan etika.

“BK memproses secara perilaku dan etika dua anggota ini. Dan kami baru melakukan pemanggilan hari ini karena kesibukan pansus di DPRD Jabar,” paparnya.

 

(arf/pojokjabar)

Loading...

loading...

Feeds