2 Anak Kecil Beserta Ayahnya Terinfeksi Covid-19, Ketiganya tanpa Gejala

Virus Corona

Virus Corona


POJOKJABAR.com, CIMAHI – Dua anak kecil beserta ayahnya di Kota Cimahi positif terpapar Virus Corona (COVID-19) setelah menjalani swab test mandiri di RS Borromeus, Kota Bandung.

Ayah dan dua orang anak berusia 4 dan 7 tahun itu saat ini tengah menjalani isolasi mandiri di rumahnya lantaran tidak menunjukkan gejala.

Ayah lebih dulu ketahuan mengidap Covid-19 saat hendak mengambil surat keterangan sehat untuk keperluan bekerja di Kalimantan.

Baca Juga :

Warga Cimahi Tengah Sebut Swab Test Akal-akalan Pemerintah

Setelah dilakukan tes kepada anggota keluarganya yang lain, dua anaknya positif, istrinya negatif dan juga satu anaknya lagi negatif.

Sekretaris Dinas Kesehatan Kota Cimahi Chanifah Listyarini mengungkapkan pihaknya baru menerima laporan setelah pasien positif tersebut melapor ke Puskesmas Cimahi Tengah untuk meminta rujukan dirawat di RSHS Kota Bandung.

“Kita baru terima laporan ada tiga orang positif, karena mereka ini kan swab test mandiri. Mereka minta rujukan karena mau dirawat di RSHS, tidak bisa dirawat kalau tidak ada rujukan,” ungkap Chanifah, Rabu (24/6/2020).

Awalnya, pria warga Kelurahan Karangmekar, Kecamatan Cimahi Tengah, Kota Cimahi itu melakukan swab test sebagai syarat untuk berangkat tugas ke Kalimantan.

“Ternyata hasilnya dia positif, akhirnya dia inisiatif melakukan swab test ke anggota keluarganya yang lain. Hasilnya dua anaknya positif, sementara istri dan satu anaknya yang lain negatif,” katanya.

Pihaknya menjadwalkan pelaksanaan swab test ke dua untuk ketiga pasien positif tersebut setelah 10 hari terkonfirmasi positif.

“Mungkin hari ini akan diswab test yang kedua, kita fasilitasi di Puskesmas Cimahi Tengah. Mereka ini sangat kooperatif juga dan sudah paham protokol kesehatan,” terangnya.

Lantaran ada dua anak kecil yang positif COVID-19, pihaknya akan memberikan treatment khusus terutama soal pendekatan untuk menjaga psikologisnya agar tidak tertekan.

“Makanya ini tidak kita lakukan penjemputan karena bisa mempengaruhi psikologis anak-anak tersebut. Kita serahkan ke orang tuanya tapi kita pantau soal perawatannya,” ujarnya.

 

(ral/int/pojokjabar)

Loading...

loading...

Feeds