Warga Cimahi Tengah Sebut Swab Test Akal-akalan Pemerintah

Ilustrasi Covid-19

Ilustrasi Covid-19


POJOKJABAR.com, CIMAHI— Warga RT 01/RW 17, Karangmekar, Cimahi Tengah, Kota Cimahi, menolak melakukan swab test. Mereka menuding swab test akal-akalan pemerintah.

Sebelumnya, Warga RT 01/RW 17, Karangmekar ini menjalani karantina mikro. Berdasarkan jadwal, puluhan warga harus menjalani swab test yang ketiga kali di Puskesmas Cimahi Tengah.

Tes dilakukan menyusl ada seorang warga di wilayah tersebut yang terkonfirmasi positif Virus Corona (COVID-19).

Swab test pertama dilakukan karena ada satu orang warga yang terkonfirmasi positif COVID-19.

Kemudian mereka menjalani karantina mikro atau Pembatasan Sosial Berskala Mikro (PSBM) selama 14 hari yang diikuti 32 orang.

Swab test kedua dilakukan sehari sebelum PSBM berakhir, Jumat (19/6) kemarin untuk memastikan kondisi warga. Hingga akhirnya seorang warga lagi terkonfirmasi positif.

“Mereka menolak swab test ketiga (yang rencananya dilakukan Selasa ini) dan menolak isolasi. Kita tidak bisa memaksa kalau memang menolak, nanti dibuatkan surat pernyataan tidak menjalani swab test,” ungkap Lurah Karangmekar Nur Efendi saat dihubungi, Selasa (23/6/2020).

Menurutnya warga yang menolak tersebut beralasan karena adanya permainan dari hasil swab test yang dibuat-buat oleh pihak terkait.

Pihaknya kemudian mengkonfirmasi sumber kabar tersebut hingga membuat masyarakat menolak swab test.

“Mereka bilang ini akal-akalan pemerintah, yang negatif tapi dijadikan positif kan, karena akan dapat duit sampai jutaan bahkan dibilang untungnya sampai Rp 300 juta per pasien,” jelasnya.

“Ternyata katanya mereka dapat dari media dan media sosial ada pasien negatif dipositifkan karena ingin mendapat keuntungan,” ucapnya.

Pihaknya memastikan jika pelaksanaan swab test murni sebagai upaya mencegah dan memetakan penyebaran COVID-19 tanpa ada keuntungan yang didapat.

“Kami hanya bilang tidak ada, ini murni kewajiban dan tanggungjawab. Kami urus dan perhatikan kebutuhan warga selama dikarantina 24 jam ya dapatnya nol rupiah. Jadi mereka sudah termakan isu yang mengganti hasil swab test itu,” terangnya.

Lantaran warga menolak, swab test tetap dilaksanakan namun hanya menyasar sekeluarga yang positif COVID-19 dan saat ini sedang menjalani perawatan di RSUD Cibabat.

“Jadi hanya tiga orang yang swab test, sekeluarga yang positif. Harusnya warga lainnya juga ikut swab, tapi karena menolak ya kita tidak akan memaksa,” ujarnya.

 

(ral/int/pojokjabar)

Loading...

loading...

Feeds