Pemkot Cimahi Akan Terapkan Normal Baru dan PSBB Parsial

Walikota Cimahi Ajay Muhammad Priatna/Foto: Facebook

Walikota Cimahi Ajay Muhammad Priatna/Foto: Facebook


POJOKJABAR.com, CIMAHI – Pemerintah Kota Cimahi akan memperpanjang penerapan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) pada 12 Juni mendatang setelah PSBB tahap III berakhir pada Jumat lalu. Menurut Wali Kota Cimahi, Ajay M Priatna menjelaskan, PSBB yang diterapkan nanti merupakan PSBB parsial di wilayah yang terdapat kasus positif
COVID-19.

Di sisi lain, pihaknya juga akan menerapkan new normal atau Adaptasi Kebiasaan Baru (AKB) di beberapa wilayah. Menurut Ajay, dengan melihat situasi di Kota Cimahi saat ini, PSBB parsial dinilai masih diperlukan dan akan diterapkan di RW yang terdapat kasus positif COVID- 19. Penerapan PSBB parsial tersebut dipastikan akan diperpanjang selama 14 hari ke depan khusus untuk wilayah RW yang didapati kasus positif COVID-19.

“PSBB memang mau selesai, tapi dipastikan diperpanjang dengan perspektif yang berbeda. Dan kita juga Insya Allah akan menerapkan new normal bersamaan dengan PSBB parsial,” ungkap Ajay, Rabu (10/6/2020).

Selain itu Ajay megatakan, di era new normal tempat ibadah akan diprioritaskan untuk dibuka maka pelaksanaan salat berjamaah pun turut dibolehkan. Namun demikian, salat Jumat baru boleh dilaksanakan pada 19 Juni mendatang.

“Jadi yang pertama dibuka itu tempat peribadatan, karena orangorang sudah rindu datang ke masjid. Nanti tetap wajib menerapkan protokol kesehatan. Jumatan baru bisa dilaksanakan Jumat nanti, karena Jumat sekarang hari terakhir PSBB,” sebutnya.

Selain pembukaan tempat ibadah, Ajay juga sudah membahas terkait operasional seluruh pusat perbelanjaan dan restoran di Kota Cimahi dengan catatan tetap membatasi jam operasional.

“Pusat perbelanjaan, kafe, dan restoran bisa beroperasi, tapi teknisnya masih dibahas. Misalnya soal pembatasan, pengaturan tempat duduk, dan jam operasional. Kita inginnya sampai jam 5 sore, tapi nanti akan dibahas lagi,” paparnya.

Saat penerapan new normal, Dinkes Cimahi diarahkan untuk terus melakukan rapid test dan swab test secara massal untuk memetakan penyebaran COVID-19. Pusat perbelanjaan menjadi fokus utama pelaksanaan tes swab massal tersebut.

“Yang jadi prioritas kita pelaksanaan swab test di pasar tradisional dan pusat perbelanjaan. Karena di Cimahi sempat ada Klaster Pasar Antri dan di Bandung juga ada, Pak Gubernur Jabar meminta pasar diwaspadai jadi sumber penularan dan dimasifkan pelaksanaan testnya,” pungkasnya.

(bie/pojokjabar)

Loading...

loading...

Feeds