Tempat Hiburan di Kota Bandung Belum Boleh Buka

Ilustrasi Covid-19

Ilustrasi Covid-19


POJOKJABAR.com, BANDUNG – Pemkot Bandung mengeluarkan kebijakan, melarang tempat hiburan buka pascapenerapan PSBB. Tempat hiburan seperti diskotik dan karaoke.

Hal tersebut dilakukan sebab tempat hiburan berpotensi mengundang massa berinteraksi fisik secara langsung.

Kasatpol PP Kota Bandung, Rasdian Setiadi menjelaskan bahwa tempat hiburan belum boleh buka.

“Belum boleh ya, jadi belum tempat hiburan. Tempat hiburan seperti diskotik dan karaoke itu kan mengundang orang banyak dan kita belum tahu protokolnya seperti apa,” kata Kepala Satpol PP Kota Bandung Rasdian Setiadi,” Senin (8/6).

Dalam Peraturan Wali Kota Bandung Nomor 32 Tahun 2020, Rasdian menambahkan, hanya 30 persen aktivitas masyarakat yang diperbolehkan.

“Seperti mal yang tersebar di Bandung pun belum diperkenankan dibuka. Saat ini, tim gugus tugas masih melakukan simulasi di 23 mal terkait protokol kesehatan yang diterapkan di mal jika dibuka,” paparnya.

Diakuinya, simulasi dilakukan seperti di escalator mal, masyarakat harus bagaimana.

“Kita simulasikan mulai dari pintu masuk kemudian naik tangga berjalan atau elevator, jaraknya berapa satu orang dan lainnya kemudian masuk lift. Jadi simulasikan. Itu kita simulasikan dari 23 pusat perbelanjaan dari PVJ, Paskal, Trans Studio, semua,” ujar dia.

Rasdian mengatakan, simulasi bakal dilakukan selama sepekan.

“Nanti hasil dari simulasi kemudian akan dievaluasi oleh gugus tugas,” paparnya.

Untuk hasil pemantauan ini nanti akan disampaikan kepada Wali Kota Bandung, kemungkinan Minggu depan sudah ada keputusan.

“Nanti diputuskan Pak Walikota boleh atau tidak dibuka hasil evaluasi yang dilakukan oleh tim gugus selama sepekan ini,” pungkasnya.

 

(arf/pojokjabar)

Loading...

loading...

Feeds