Lahan Pertanian di Kota Cimahi Kian Menyusut

Seorang petani sedang mengolah tanaman padi di area persahawan di Cimahi.

Seorang petani sedang mengolah tanaman padi di area persahawan di Cimahi.


POJOKJABAR.com, CIMAHI – Ditengah Pandemi Covid-19 yang tidak kian mereda, Kota Cimahi sangat bergantung pada pasokan padi dari luar daerah untuk memenuhi kebutuhan warganya. Kabid Pertanian pada Dinas Pangan dan Pertanian (Dispangtan) Kota Cimahi, Mita Mustikasari mengatakan, ketersediaan lahan pertanian yang terus menyusut dari tahun ke tahun membuat hasil produksi padi di Kota Cimahi berkurang.

”Hasil panen padi di Cimahi setiap tahun sangat terbatas sehingga tidak akan cukup memenuhi kebutuhan pangan seluruh warganya yang mencapai 500.000 jiwa lebih,” terang Mita di Cimahi, kemarin.

Mita menyebutkan, saat ini lahan pertanian yang masih bisa menghasilkan panen padi di Kota Cimahi setiap tahunnya sekitar 137 hektare (ha).

“Artinya hasil panen hanya mampu memenuhi kebutuhan sekitar empat persen warga. Itu pun, kebanyakan dikonsumsi pribadi, baik penggarap maupun pemilik lahan,” ungkapnya.

Menurutnya, produksi padi di Cimahi mencapai 1.559 ton yang didapat dari 85 ha lahan sawah di Kecamatan Cimahi Utara, 8 ha di Cimahi Tengah, dan 47 ha di Kecamatan Cimahi Selatan. Total petani yang menggarap lahan tersebut ada sebanyak 505 petani. Hanya sebagian kecil hasil panen yang dijual ke pasar-pasar yang ada di Kota Cimahi.

“Hasil produksi padi sebagian besar dikonsumsi sendiri. Tapi ada juga yang dijual, tapi persentasenya tidak terlalu banyak,” sebutnya.

Guna meningkatkan produktivitas padi tahun ini, Dispangtan Kota Cimahi terus melakukan berbagai upaya. Dari aspek teknis, selain penggunaan Varietas Unggul Baru (VUB), juga penerapan teknologi sistem tanam jajar legowo dan pemakaian pupuk berimbang.

Kemudian, penggunaan alat mesin pertanian secara optimal, pengendalian hama dan penyakit tanaman, hingga panen tepat waktu. Sementara dari aspek kebijakan, Pemkot Cimahi sudah memasukan 15,34 ha lahan sawah sebagai Lahan Pangan Pertanian Berkelanjutan (LP2B) dalam Perda Rencana Detail Tata Ruang (RDTR).

“LP2B itu tidak boleh beralih fungsi, sudah kita masukan ke dalam Perda RDTR. Semoga dengan upaya-upaya tersebut produksi padi di Cimahi bisa stabil dan ditingkatkan,” imbuhnya.

(bie/pojokjabar)

Loading...

loading...

Feeds