732 Lembar Dollar Amerika Gagal Beredar di Kuningan

Uang dollar AS gagal beredar di Kuningan (ist)

Uang dollar AS gagal beredar di Kuningan (ist)


POJOKJABAR.com, BANDUNG – Sebanyak 732 lembar uang kertas dollar AS pecahan 100 keluaran baru diduga palsu dan empat lembar uang kertas dollar AS pecahan 100 keluaran lama, diamankan polisi.

Seorang pria di Kabupaten Kuningan diamankan Polisi, karena kedapatan mengedarkan uang palsu Dollar Amerika Serikat.

Kabid Humas Polda Jabar, Kombes Pol Saptono Erlangga menjelaskan bahwa penangkapan terhadap pria atas nama AM berawal dari laporan masyarakat, karena melakukan transaksi penukaran uang dollar palsu.

“Tim Polres Kuningan mendapati informasi soal peredaran uang palsu tersebut,” jelasnya, Selasa (10/3).

Terpisah, Kapolres Kuningan AKBP Lukman Syafri menjelaskan bahwa pelaku ini warga Kota Bekasi.

“Pelaku kita amankan di Kuningan, lalu kita lakukan pengembangan ke kediaman pelaku di Kuningan dan mendapati uang palsu dollar amerika,” jelasnya.

Menurut Kapolres, pelaku diduga hendak mengedarkan upal mata uang asing di wilayah Kuningan.

“Dugaan kami pelaku hendak membuka money changer dengan mata uang palsu. Atas tindakannya, pelaku kami jerat rumusan pasal 244 dan atau 245 KUHPidana,” jelasnya.

Dari tangan pelaku berhasil disita barang bukti 732 (Tujuh ratus tiga puluh dua) lembar uang kertas dolar AS pecahan 100 seratus dolar keluaran baru yang diduga palsu.

“Kami amankan juga 4 (Empat) lembar uang kertas dolar AS pecahan 100 seratus dolar keluaran lama yang diduga palsu, 1 (Satu) buah amplop besar warna coklat, 1 (Satu) buah Tas Slempang Warna Abu dan hitam Merk Bloods, ” terangnya.

Saat ditangkap, pelaku menggunakan kendaraan minibus Avanza.

Kendaran tersebut disita, yakni 1 (satu) Unit kendaraan roda empat Toyota New Avanza, Tahun 2015, Warna Putih, Nopol DA 8197 AY, berikut dengan STNK tertulis Noka MHKM1BA2JFK065572, Nosin K3MG13016 atas nama Muhammad Indra.

Yang diduga tidak sesuai dengan idetitas kendaraan berikut kunci kendaraan tersebut.

“Sehingga kami lakukan pendalam terkait kendaraan milik pelaku ini,” pungkasnya.

Atas tindakan pelaku, diancam dengan ancaman pidana penjara paling lama 15 tahun penjara.

 

(arf/pojokjabar)

Loading...

loading...

Feeds