Sintren Olshop Jual Beli Online Ternyata Jual Kosmetik Ilegal

Jual beli online yang menjual kosmetik ilegal dipaparkan Polda Jabar (arf)

Jual beli online yang menjual kosmetik ilegal dipaparkan Polda Jabar (arf)


POJOKJABAR.com, BANDUNG – Home industry yang membuat dan menjual produk kosmetika melalui online dengan akun “SINTREN OLSHOP” di aplikasi “SHOPEE” ternyata ilegal.

Tim dari Subdit 1 Direktorat Reserse Narkoba Polda Jabar, menggerebek sebuah rumah industri, yang memproduksi kosmetik tanpa izin edar.

Penggerebekan rumah yang beralamat di Jalan Rahayu, Kelurahan Rancacili, Kecamatan Rancasari, Kota Bandung dilakukan oleh Subdit DitresNarkoba yang dipimpin langsung AKBP Herry Affandi.

Dirnarkoba Polda Jabar, Kombes Pol Enggar Pareanom mengatakan bahwa pengungkapan ini berdasarkan laporan masyarakat, yang resah atas beredarnya kosmetik ilegal.

“Jadi rumah produksi ini memproduksi kosmetika yang tidak memenuhi standar dan atau persyaratan keamanan, khasiat atau kemanfaatan, dan mutu dan tidak memiliki izin edar,” kata Ditektur Narkoba Polda Jabar Kombes Pol Enggar Pareanom, Jumat (21/2/2020).

Penggerebekan itu, di awali adanya informasi dari masyarakat, soal adanya peredaran kosmetik tanpa izin edar, di wilayah Kota Bandung.

Berbekal informasi itu, tim Subdit satu melakukan penyelidikan dan langsung melakukan penggerebekan di rumah tersebut.

Dari penggerebekan itu, juga di ketahui bahwa rumah tersebut dijadikan sebagai tempa produksi dan tempat penyimpanan (gudang) produk-produk kosmetika yang tidak memenuhi standar dan atau persyaratan keamanan, khasiat atau kemanfaatan, dan mutu serta tidak memiliki izin edar.

Polisi mengamankan seorang wanita berinisial EC yang merupakan pemilik usaha dari pembuatan kosmetik tersebut.

“Mereka membuat dan menjual produk kosmetika tersebut melalui online dengan akun “SINTREN OLSHOP” di aplikasi “SHOPEE”,” jelasnya.

“Home industry kosmetika miliknya telah beroperasi di rumah tersebut sejak bulan juli 2019 sampai dengan sekarang dan memiliki karyawan,” ucapnya.

Beberapa barang bukti cairan kimia dan bahan-bahan produksi kosmetik serta kosmetik yang telah siap edar diamankan polisi sebagai barang bukti. Tak hanya itu, polisi juga amankan beberapa alat produksi kosmetik yang ada di rumah itu.

Pasal yang dipersangkakan kepada pemilik yakni Pasal 196 dan Pasal 197 UURI NO.36 Tahun 2009 tentang kesehatan.

“Ancaman hukuman seberat beratnya pidana penjara paling lama 15 tahun atau denda sebesar Rp. 1.500.000.000,- (satu miliar lima ratus juta rupiah),” pungkasnya.

 

(arf/pojokjabar)

Loading...

loading...

Feeds

terminal-sementara-Kota-Depok

Kota Depok Belum Batasi Angkutan Umum

Badan Pengelola Transportasi Jabodetabek (BPTJ) mengeluarkan rekomendasi untuk membatasi penggunaan transportasi atau angkutan umum di wilayah Jabodetabek.