Puluhan Warga Terdampak Longsor Tol Purbaleunyi KM 118 Bermasalah Kesehatan

Longsor di Tol Purbaleunyi KM 118./Foto: Rmol

Longsor di Tol Purbaleunyi KM 118./Foto: Rmol


POJOKJABAR.com, BANDUNG– Pasca terjangan longsor dan pergerakan tanah Tol Purbaleunyi Kilometer 118, pada Selasa (11/2) malam sekira pukul 21.30 WIB, sebanyak 48 orang di Kampung Hegarmanah, RT 03/04, Desa Sukatani, Kecamatan Ngamprah, Kabupaten Bandung Barat (KBB) mengalami masalah kesehatan.

Puluhan orang yang mengalami masalah kesehatan tersebut, yakni petugas Bhabinkamtibmas, Babinsa, serta relawan. Hal tersebut diduga dipicu faktor cuaca, pikiran, serta kelelahan fisik akibat mesti berjibaku membersihkan material sisa longsoran yang menimpa pemukiman warga.

Bidan Desa Sukatani, Sinta Lestari mengatakan, sedikitnya terdapa 13 orang, baik dari warga, petugas Babinsa-Bhabinkamtibmas, serta relawan yang mengalami masalah kesehatan di hari pertama. Bahkan, jumlah warga yang memeriksakan kesehatan di Posko Kesehatan bertambah jauh lebih banyak di hari ini.

“Hari ini ada 35 orang yang mengeluh sakit, seperti pegal-pegal, lemes, pusing, sama luka-luka lecet dua orang,” ucap Sinta ditemui si Posko Kesehatan, Kamis (13/2).

Kendati begitu, Sinta memaparkan, sakit yang diderita warga tidak ada yang parah sehingga bisa ditangani petugas di Posko Kesehatan tanpa perlu mendapat penanganan intensif di rumah sakit maupun Puskesmas terdekat.

“Gak ada yang parah dan bisa ditangani, tidak ada yang sampai dirujuk. Jadi cukup dengan pengobatan sederhana, pertolongan pertama dengan menggunakan obat-obatan dasar,” jelasnya.

Akibat peristiwa yang berlangsung di malam hari tersebut, beberapa warga mengalami trauma, sehingga petugas kesehatan harus mengunjungi kediaman warga untuk membantu memulihkan mental, selain mesti berjaga di Posko Kesehatan, secara bergantian.

“Kemarin ada yang trauma, kita kasih motivasi dan sudah kembali dengan saudaranya, dan kita masih intens menemui untuk memastikan kondisinya,” uja Sinta.

Sementara itu, salah seorang warga terdampak Titin Sadiah (45) mengaku, memeriksakan kesehatan karena merasa pusing dan pegal-pegal setelah mencoba menahan rasa sakit yang dideritanya sejak kemarin. Karena sudah tak tahan, dirinya memutuskan untuk memeriksakan kesehatan di Posko Kesehatan.

“Udah gak ketahan lagi, jadi kesini buat diperiksa dan biar cepat diobati biar cepet sembuh,” ungkap Titin.

Diakui Titin, sampai saat ini dirinya masih merasa khawatir jika sewaktu-waktu terjadi longsor susulan. Sebab, hujan masih sering terjadi, sehingga menghambat proses penanganan pasca bencana.

“Ya, takut, ya cemas. Kan ini kemarin hujan, sekarang hujan jadi takut kalau ada longsor lagi. Apalagi itu kan yang kerja di bekas longsor juga pasti keganggu kalau hujan, mah,” ucapnya.

(rmol/pojokjabar)

Loading...

loading...

Feeds